Belungguk Point Bengkulu Menjadi Magnet Gen Z, Rombongan Ketua RT dari Jambi Datang Melakukan Kunjungan

Belungguk Point Bengkulu Menjadi Magnet Gen Z
Foto: Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, saat diserbu Gen Z untuk Berswafoto di Belungguk Point pada acara kedatangan rombongan perwakilan Forum Ketua RT se-Kota Jambi Sabtu malam, (10/01/26), (Ft/ISt).

Belungguk Point Bengkulu Menjadi Magnet Gen Z, Rombongan Ketua RT dari Jambi Datang Melakukan Kunjungan

Kantor-Berita.Com|| Suasana Car Free Night di kawasan Belungguk Point, Kota Bengkulu, Sabtu malam, 10 Januari 2026, semakin semarak dengan kedatangan rombongan perwakilan Forum Ketua RT se-Kota Jambi yang dipimpin Staf Ahli Wali Kota Jambi Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Noviarman. Rombongan berjumlah puluhan orang itu datang atas undangan Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, untuk melihat langsung perkembangan ruang publik yang saat ini menjadi ikon baru bagi masyarakat Bengkulu, khususnya generasi muda.

Rombongan tiba sekitar pukul 21.15 WIB menggunakan bus pariwisata dengan spanduk bertuliskan Pilot Project Kampung Bahagia Ketua RT – Kota Jambi. Sebelumnya, mereka mengikuti jamuan makan malam bersama Wali Kota Bengkulu di Balai Kota Merah Putih dalam rangka berbagi program terkait penguatan ketua RT di tingkat kelurahan.

||BACA JUGA: Dedy Wahyudi Dorong Mahasiswa KKN Tematik Unived Hadirkan Solusi Nyata

Begitu turun dari bus, perhatian rombongan dan warga langsung tertuju pada Dedy Wahyudi yang telah menunggu di lokasi. Kehadiran orang nomor satu di Kota Bengkulu itu sontak disambut antusias pengunjung, terutama dari kalangan Gen Z. Mereka berebut meminta swafoto dengan Dedy, menciptakan suasana akrab dan cair di tengah keramaian.

Antusiasme masyarakat terhadap Dedy bukan tanpa sebab. Dalam beberapa tahun terakhir, Dedy dikenal sebagai kepala daerah yang dekat dengan anak muda dan memberi ruang bagi kreativitas mereka. Belungguk Point menjadi salah satu manifestasi kebijakan tersebut.

||BACA JUGA: Dari Pasar hingga Wisata, Walikota Percepat Penataan Wajah Kota

Ruang publik yang berada di sepanjang Jalan S. Parman, Kelurahan Padang Jati, itu dirancang sebagai kawasan rekreatif dan sosial yang mengakomodasi berbagai kegiatan generasi muda. Setiap Car Free Night, kawasan ini dipadati anak-anak muda yang tampil dan mengekspresikan minatnya. Mulai dari pertunjukan seni, musik, aksi band-band indie lokal, hingga arena skateboard dan pesepeda menjadi hiburan yang memperkaya atmosfer kota.

Bagi sebagian warga, kawasan ini memberikan nuansa baru yang berbeda dari sebelumnya. Tidak sedikit yang menyebut suasananya menyerupai Malioboro di Yogyakarta, karena hadirnya dekorasi lampu, bangku pedestrian, dan deretan UMKM yang tertata.

Setelah menyambut rombongan, Dedy mengajak para tamu berjalan kaki menyusuri Belungguk Point. Sepanjang perjalanan, mereka menyaksikan aktivitas para pelaku UMKM yang menjajakan berbagai produk, mulai dari makanan ringan hingga kerajinan lokal.

||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Kembangkan Belungguk Point sebagai Kampung Digital UMKM

Tamu dari Jambi terlihat mencatat beberapa hal terkait pengelolaan ruang publik, penataan UMKM, hingga keterlibatan komunitas. Noviarman mengatakan bahwa banyak hal yang bisa dipelajari dari Kota Bengkulu, terutama mengenai penguatan ruang bagi anak muda dan partisipasi masyarakat.

“Kami mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Bengkulu dalam memanfaatkan ruang kota menjadi sarana interaksi sosial yang sehat. Kami melihat ini tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga ruang edukasi, ekonomi, dan budaya,” katanya.

Di beberapa titik, rombongan berhenti untuk menyaksikan atraksi skateboard yang menjadi salah satu magnet bagi generasi muda. Para skateboarder menunjukkan aksi-aksi atraktif yang mendapat tepuk tangan penonton.

||BACA JUGA: Belungguk Point Jadi Ikon Ruang Publik Berbasis Kearifan Lokal

Perjalanan rombongan sempat terhenti beberapa kali. Warga yang mengenali Dedy meminta untuk berfoto bersama. Meskipun situasi cukup padat, Dedy melayani permintaan tersebut sambil menyapa warga secara personal. Kehadiran Dedy di tengah keramaian seolah menegaskan bahwa ruang publik bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga tentang kehadiran pemerintah yang dekat dan hadir di tengah masyarakat.

Dedy menyatakan bahwa pembangunan Belungguk Point merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah menciptakan kota yang inklusif, ramah anak muda, dan berorientasi pada kreativitas. Pemerintah daerah ingin menyediakan ruang bagi komunitas untuk berkembang, sekaligus meningkatkan nilai sosial serta ekonomi kota.

Kunjungan rombongan Ketua RT dari Jambi bukan tanpa agenda. Sebelumnya, Pemerintah Kota Bengkulu dan Pemerintah Kota Jambi melakukan pertukaran program terkait penguatan fungsi RT dan RW dalam pelayanan publik dan pembinaan masyarakat.

||BACA JUGA: Wajah Kota Bengkulu Ditata Ulang, Tugu Tabot Simpang Skip Dipindah

Program Kampung Bahagia yang sedang diuji coba di Jambi disebut memiliki irisan dengan inisiatif pemberdayaan masyarakat di Bengkulu. Noviarman menyebut kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Jambi untuk belajar dari praktik yang telah diterapkan Bengkulu, terutama dalam hal pelibatan masyarakat dan komunitas.

Saat memberikan sambutan di tengah keramaian, Dedy memperkenalkan rombongan tamu dari Jambi kepada warga Bengkulu yang memenuhi kawasan tersebut.

“Kita kedatangan tamu sanak saudara dari Kota Jambi, dipimpin Staf Ahli Wali Kota Jambi dan 54 perwakilan Ketua RT. Tadi mereka bertukar program dengan kita, lalu saya ajak melihat Belungguk Point. Kita harus jadi tuan rumah yang baik,” ujar Dedy.

||BACA JUGA: Dedy: Pembangunan Kota Bengkulu Bersumber dari Pajak Warga

Ia menambahkan, kehadiran tamu dari luar daerah diharapkan menjadi promosi tersendiri bagi Kota Bengkulu. Dengan semakin banyak orang berkunjung dan melihat potensi kota, peluang ekonomi dan wisata dapat berkembang lebih luas. (**)

Editor: (KB1) SHare
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *