Baznas Kota Bengkulu Tancap Gas: Berkomitmen Tekan Stunting Melalui Program Bantuan Gizi

Baznas Kota Bengkulu
Foto: Ketua Baznas, Habib Abdurahman Alkaf

Baznas Kota Bengkulu Tancap Gas: Berkomitmen Tekan Stunting Melalui Program Bantuan Gizi

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu membuktikan komitmennya dalam menekan angka stunting, menjadi salah satu elemen kunci dalam upaya bersama pemerintah. Dengan tekad kuat, Baznas dan Pemerintah setempat berupaya mengurangi bahkan menargetkan eliminasi stunting melalui serangkaian program, termasuk pemberian bantuan kepada keluarga yang berisiko stunting.

Ketua Baznas, Habib Abdurahman Alkaf, menegaskan bahwa bantuan tersebut memiliki peran vital dalam memastikan asupan gizi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

BACA JUGA: Optimalkan Manfaat Zakat: Baznas Provinsi Bengkulu Salurkan 9,3 Miliar Rupiah hingga Akhir 2023

“Pemberian bantuan untuk masyarakat risiko stunting terus kita lakukan, Ini merupakan upaya kita untuk membantu pemerintah menekan angka stunting di Kota Bengkulu,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, Pj Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, berharap bahwa bantuan tambahan makanan yang diberikan dapat tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak tetapi juga memperkenalkan makanan pokok yang penting bagi pertumbuhan mereka.

“Pemerintah kota juga mengintensifkan pemantauan status gizi balita melalui posyandu dan puskesmas setempat,” Ujar Arif Gunadi.

BACA JUGA: Bantuan Power Thresher untuk Desa: Sekda Kabupaten Seluma Ajak ASN dan BAZNAS Bersinergi

Pemkot Bengkulu secara aktif bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menambahkan program pemberian makanan tambahan kepada balita. Ini menjadi tindak lanjut dari kebijakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) tahun 2024 yang memiliki fokus menekan angka stunting melalui berbagai program.

Dalam menghadapi target Pemerintah Pusat yang menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14 persen, DP3AP2KB Kota Bengkulu menetapkan target lebih ambisius, yaitu satu digit bahkan zero stunting. Kepala DP3AP2KB, Dewi Dharma, menjelaskan bahwa ada lima program prioritas untuk mencapai tujuan tersebut.

Salah satu program unggulan adalah pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK), yang memiliki peran krusial dalam memberikan edukasi, fasilitasi, serta pelayanan rujukan kepada keluarga yang menjadi sasaran prioritas. TPK juga memantau perkembangan balita secara berkelanjutan, menjadikan mereka ujung tombak dalam percepatan penurunan stunting.

BACA JUGA: Gubernur Rohidin Buka Rakorda Baznas: Optimalisasi Program Zakat untuk Kesejahteraan Masyarakat

“Tugas rutin TPK melibatkan pendampingan terhadap calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, serta balita, Mereka memastikan bahwa setiap kelompok tersebut memenuhi kebutuhan gizinya, termasuk pemberian suplemen dan pemantauan perkembangan balita, Evaluasi kinerja TPK dilakukan melalui mini lokakarya tingkat kecamatan, melibatkan berbagai pihak terkait,” kata Dewi.

Pemkot Bengkulu juga intensif dalam kegiatan rembuk stunting, sebuah forum diskusi yang melibatkan berbagai pihak, seperti Camat, Lurah, Kader, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, LPM, dan OPD-OPD terkait. Melalui rembuk stunting, pemerintah setempat berkomitmen melaksanakan penurunan percepatan stunting dengan pendekatan komprehensif.

Langkah selanjutnya adalah diseminasi hasil audit kasus stunting, di mana hasil audit ini menjadi dasar untuk merumuskan strategi penanganan stunting lebih lanjut. Dengan melibatkan semua pihak terkait, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, media, dan lembaga swadaya masyarakat, Kota Bengkulu berupaya membentuk koordinasi yang baik antarinstansi. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam mencapai target zero stunting di Kota Bengkulu. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *