Atasi Dampak Inflasi Pemkot Bengkulu Bersama Bulog dan BI Akan Gelar Bazar Sembako Murah

Bazar Sembako Murah Bengkulu
Foto: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu, Bujang HR (Cek)

Atasi Dampak Inflasi Pemkot Bengkulu Bersama Bulog dan BI Akan Gelar Bazar Sembako Murah

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Dalam upaya untuk mengatasi dampak inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat, Pemerintah Kota Bengkulu, bersama Bulog (Badan Urusan Logistik), dan BI (Bank Indonesia), merencanakan untuk membuka bazar sembako murah. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu, Bujang HR, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lokasi di tiga titik, yaitu Pasar Panorama, Pasar Minggu, dan Pasar Barukoto, untuk bazar sembako murah ini. Kolaborasi ini menjadi wujud dari sinergi antara sektor pemerintah, sektor logistik (Bulog), dan sektor keuangan (BI) untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA: Langkah Konkrit Pemprov Bengkulu dalam menekan Inflasi, Wagub Rosjhonsyah: Kolaborasi dan Strategi Preventif

“Rencananya bazar ini akan menyediakan sembako seperti beras, minyak goreng, dan produk pokok lainnya dengan harga yang terjangkau, Dan Saat ini kita tinggal menunggu informasi dari pihak Bulog mengenai kapan mereka akan membuka bazar sembako murah.” ungkap Bujang pada hari selasa, (12/12/23).

Pihak Disperindag Bengkulu telah menunjukkan kesiapannya dengan menyiapkan tempat-tempat strategis di tiga pasar tersebut. Namun, pelaksanaan bazar masih menunggu arahan dan jadwal dari pihak Bulog. Koordinasi antara pemerintah daerah dan Bulog menjadi kunci untuk kelancaran pelaksanaan bazar ini.

BACA JUGA: Pj Walikota Bengkulu Kunjungi Perwakilan Bank Indonesia untuk Kendalikan Inflasi

Meskipun Disperindag sendiri tidak memiliki alokasi anggaran khusus untuk menggelar bazar murah pada tahun 2023 ini, pihaknya tetap memastikan bahwa masyarakat memiliki akses terhadap sembako dengan harga terjangkau. Bulog juga telah aktif melakukan bazar keliling ke setiap kelurahan, memungkinkan masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Terlepas dari rencana bazar murah, Bujang HR menjelaskan bahwa Disperindag secara rutin memantau harga-harga sembako di pasar. Inflasi yang masih tinggi telah mempengaruhi daya beli masyarakat, dan beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga, terutama cabai yang mencapai 90 ribu rupiah per kilogramnya.

BACA JUGA: Dalam Meringankan Beban Masyarakat, Pemkot Bengkulu Berencana Luncurkan Pasar Murah Dalam Menekan Inflasi

“Kita di Disperindag sekarang ini hanya sebatas memantau harga sembako secara Rutin, Seperti cabai memang masih tinggi di pasar karena produksi dari daerah-daerah sedikit, sementara permintaan saat ini tinggi, sehingga Ini juga menjadi sakah satu faktor.” terang Bujang. (**)

Editor: (KB1) Share
Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *