Langkah Konkrit Pemprov Bengkulu dalam menekan Inflasi, Wagub Rosjhonsyah: Kolaborasi dan Strategi Preventif

Inflasi Bengkulu 2023
Foto: Wagub Rosjonsyah saat memberikan arahan kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bengkulu, (29/11/23).

Langkah Konkrit Pemprov Bengkulu dalam menekan Inflasi, Wagub Rosjhonsyah: Kolaborasi dan Strategi Preventif

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bengkulu terus berupaya menerapkan strategi preventif dan strategi guna menekan angka inflasi di wilayah tersebut. Upaya ini menjadi semakin penting mengingat kontribusi tinggi dari harga bahan pokok, terutama beras, dalam mencapai angka inflasi. Wakil Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, menekankan bahwa kolaborasi dari semua pihak menjadi kunci dalam menangani permasalahan ini. Langkah-langkah konkret, seperti menekan inflasi dan menggalakkan produktifitas perekonomian, termasuk mendatangkan investasi dari luar dan mendorong perizinan, menjadi fokus dalam menanggulangi gejolak ekonomi ini.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, hingga November 2023, tingkat inflasi di Bengkulu mencapai 2,83%, melebihi inflasi nasional sebesar 3±1%. Proyeksi ini diperkirakan akan tetap terjaga hingga akhir tahun 2023. Rosjonsyah menjelaskan bahwa situasi ini menuntut kerja sama aktif dari semua anggota TPID untuk merealisasikan tujuan bersama, yaitu menjadikan TPID Bengkulu sebagai yang terbaik di Sumatera pada tahun 2023. Menurutnya, hal ini bukanlah sekadar mimpi, karena mereka memiliki strategi yang jelas dan terukur untuk mencapainya.

Inflasi Bengkulu 2023
Foto: Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2023 bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sekaligus Mendengar serta Arahan Presiden RI melalui pertemuan virtual, acara berlangsung di Hotel Mercure pada hari rabu malam, (29/11/23).

Wagub Rosjonsyah menyampaikan hal ini pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2023 serta Arahan Presiden RI melalui pertemuan virtual di salah satu hotel di kawasan Padang Jati Kota Bengkulu pada Rabu (29/11) malam. Dia menekankan bahwa Pertemuan Tahunan Bank Indonesia merupakan acara tingkat tinggi yang mencakup visi BI mengenai kondisi perekonomian nasional, tantangan yang dihadapi, dan arah kebijakan Bank Indonesia ke depan, terutama terkait dengan perkembangan ekonomi di Bengkulu.

BACA JUGA: Kolaborasi TPID dan Bank Indonesia: Tanam Perdana dan Peluncuran Toko Pangan “Ado Galo”

Di sisi lain, dalam arahannya, Presiden Joko Widodo menyoroti fenomena isu global yang berpotensi memberikan dampak signifikan bagi seluruh negara. Jokowi juga meminta agar perbankan tidak menghabiskan likuiditasnya untuk membeli instrumen yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Presiden mengindikasikan bahwa situasi ini dapat dipengaruhi oleh pembelian instrumen yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

BACA JUGA: Rapat Koordinasi TPID dan Bank Indonesia: Upaya Bersama Tekan Inflasi di Kota Bengkulu

Kerja sama dan kolaborasi menjadi kunci sukses dalam mengatasi tantangan inflasi ini. Rosjonsyah menyakinkan bahwa dengan strategi yang terukur dan kerja keras bersama, TPID Bengkulu bisa menjadi contoh terbaik di Sumatera pada tahun 2023. Langkah-langkah konkrit dalam penanganan inflasi, bersama dengan kolaborasi lintas sektor, menjadi landasan dalam membangun ketahanan ekonomi di Provinsi Bengkulu. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperhatikan kondisi ekonomi global dan menjaga keseimbangan likuiditas agar tidak mempengaruhi pergerakan instrumen keuangan. (**)

Editor: (KB1) Share
Mangcek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *