Budaya Gotong Royong Tetap Hidup, Warga Sukaraja Bersihkan Lingkungan Masjid

Jumat Bersih Desa Sukaraja
Foto: Tampak Warga bersama Kepala Desa saat akan melakukan gotong royong membersihkan lingkungan masjid yang baru akan dibangun, (Ft/Ist).

Budaya Gotong Royong Tetap Hidup, Warga Sukaraja Bersihkan Lingkungan Masjid

Kantor-Berita.Com|| Semangat gotong royong masih menjadi budaya yang terus dijaga masyarakat Desa Sukaraja, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan. Hal itu terlihat dari pelaksanaan kegiatan Jumat Bersih yang melibatkan Pemerintah Desa (Pemdes) bersama masyarakat dalam membersihkan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan kawasan Masjid Desa Sukaraja, Jumat, (03/07/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sukaraja, Limardani, berlangsung dengan penuh kebersamaan. Sejak pagi, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga dari berbagai dusun bergotong royong membersihkan area sekitar masjid yang tengah dalam proses pembangunan.

||BACA JUGA: LPHB Bongkar Dugaan Kejanggalan SPMB SMPN 2 Kota Bengkulu, Minta Audit Menyeluruh

Aksi sosial tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap rumah ibadah sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial di desa.

Dalam Penyampaiannya, Kepala Desa Limardani mengapresiasi kepada seluruh warga yang telah meluangkan waktu untuk ikut serta dalam kegiatan Jumat Bersih. Menurutnya, semangat kebersamaan seperti ini merupakan modal utama dalam membangun desa yang maju, sehat, dan harmonis.

||BACA JUGA: Musdes RKPDes 2027 Desa Gajah Mati Bahas Prioritas Pembangunan Desa

“Gotong royong adalah kekuatan masyarakat desa yang harus terus kita pelihara. Melalui kegiatan Jumat Bersih ini, kita tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum, khususnya masjid yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat,” ujar Limardani.

Ia menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, berbagai pekerjaan yang berat dapat diselesaikan lebih cepat dan hasilnya akan memberikan manfaat bagi seluruh warga.

Pada kegiatan tersebut, warga bergotong royong membersihkan rumput liar, mengangkut sampah, merapikan material bangunan, membersihkan saluran air, hingga menata lingkungan di sekitar area pembangunan masjid.

||BACA JUGA: Rembuk Stunting Desa Nanjungan Dorong Generasi Sehat dan Bebas Stunting

Beberapa warga juga membantu memindahkan bahan bangunan agar proses pembangunan dapat berjalan lebih lancar dan tertata.

Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan. Warga bekerja sama tanpa memandang usia maupun latar belakang. Para pemuda mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan tenaga lebih besar, sementara ibu-ibu menyiapkan konsumsi bagi peserta gotong royong.

Kepala Desa Limardani menjelaskan bahwa masjid memiliki fungsi yang sangat penting, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan, musyawarah, serta kegiatan sosial masyarakat.

||BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Benahi Jalan dan Drainase Dalam Pasar Panorama

Karena itu, pembangunan dan pemeliharaan lingkungan masjid harus menjadi perhatian bersama.

“Masjid adalah milik seluruh masyarakat. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan mendukung proses pembangunannya agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,” katanya.

Menurut Limardani, kegiatan Jumat Bersih bukan hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat.

Melalui kegiatan seperti ini, komunikasi dapat terjalin lebih baik sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dibahas secara langsung dalam suasana kekeluargaan.

||BACA JUGA: Kejati Bengkulu Luncurkan Digitalisasi KUHP dan KUHAP, Mempercepat Akses Hukum

Selain itu, gotong royong juga menjadi media untuk menanamkan nilai kepedulian sosial kepada generasi muda agar budaya saling membantu tetap terjaga di masa depan.

“Kami ingin generasi muda tetap mencintai budaya gotong royong. Nilai kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat desa sejak dahulu hingga sekarang,” Pungkas Limardani. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Erwan
ADV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *