Musdes RKPDes 2027 Desa Gajah Mati Bahas Prioritas Pembangunan Desa

Musdes RKPDes 2027 Desa Gajah Mati
Foto: Kepala Desa Gajah Mati, M. Yusir, menyerahkan hasil Musdes Perencanaan Pembangunan Desa dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 kepada ketua BPD, Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (2/7/2026), (Ft/Ist).

Musdes RKPDes 2027 Desa Gajah Mati Bahas Prioritas Pembangunan Desa

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Gajah Mati, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan Pembangunan Desa dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (2/7/2026) ini menjadi forum strategis untuk menghimpun aspirasi masyarakat sekaligus menyusun arah pembangunan desa yang partisipatif, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan warga.

Musyawarah yang digelar di balai desa tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, antara lain Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Semidang Lagan, Wilis Tri Nengsih, yang mewakili Camat Semidang Lagan, Kepala Desa Gajah Mati M. Yusir, pendamping desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta anggota, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta warga dari berbagai dusun.

Musdes RKPDes 2027
Foto: Pemerintah Desa Gajah Mati, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan Pembangunan Desa dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027. saat dibuka langsung oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Semidang Lagan, Wilis Tri Nengsih (berdiri), yang mewakili Camat Semidang Lagan, Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (2/7/2026), (Ft/Ist).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wilis Tri Nengsih. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Musdes merupakan tahapan awal yang sangat penting dalam penyusunan RKPDes karena menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan secara langsung.

Menurutnya, pembangunan desa yang berhasil harus berawal dari proses perencanaan yang matang, terbuka, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

||BACA JUGA: Pelatihan Kader PKK Desa Taba Lagan Tingkatkan Mutu 10 Program Pokok PKK

“Musyawarah desa bukan sekadar memenuhi tahapan administrasi, tetapi menjadi wadah untuk menyusun arah pembangunan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin baik pula kualitas perencanaan yang dihasilkan,” ujar Wilis Tri Nengsih.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2027 harus mengacu pada hasil musyawarah, potensi desa, serta kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah desa. Dengan demikian, setiap program yang ditetapkan benar-benar memiliki manfaat bagi masyarakat.

Kepala Desa Gajah Mati, M. Yusir, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan Musdes sebagai forum menyampaikan aspirasi secara terbuka dan bertanggung jawab.

||BACA JUGA: Musdes Desa Lagan Serap Aspirasi Warga, Tentukan Prioritas Pembangunan 2027

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa akan mencatat seluruh usulan yang disampaikan masyarakat sebagai bahan penyusunan dokumen RKPDes Tahun 2027.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran mengharuskan pemerintah desa menetapkan skala prioritas agar program yang dipilih benar-benar memberikan manfaat yang luas.

“Semua usulan masyarakat sangat penting bagi pemerintah desa. Kami akan menampung seluruh aspirasi yang masuk, kemudian membahasnya bersama sesuai kebutuhan yang paling mendesak dan kemampuan anggaran desa. Dengan cara itu, pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” kata M. Yusir.

||BACA JUGA: Musdes Padang Siring Serap Aspirasi Warga, Prioritaskan Pembangunan 2027

Musyawarah berlangsung dinamis dengan banyaknya usulan yang disampaikan oleh masyarakat. Warga mengusulkan berbagai program pembangunan yang dinilai penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mempercepat kemajuan desa.

Beberapa usulan yang mengemuka antara lain peningkatan kualitas jalan lingkungan, pembangunan Gapura Antar Desa, Pagar Lapangan, Penerangan TPU, pembukaan jalan baru, Pelapais tebing serta seragam dan sarana pendukung lainnya.

Selain pembangunan fisik, masyarakat juga mengusulkan program pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro dan kecil, pembinaan kelompok tani, peningkatan kapasitas pemuda, pemberdayaan perempuan, serta penguatan layanan Posyandu dan kegiatan kesehatan masyarakat. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Erwan
ADV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *