Evaluasi Akhir Tahun, Gubernur Apresiasi Kinerja OPD Bengkulu Sepanjang 2025
Kantor-Berita.Com|| Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memberikan apresiasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Penilaian tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi dan evaluasi program pembangunan daerah yang digelar di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (29/12/25).
Rapat evaluasi akhir tahun itu diikuti oleh seluruh kepala OPD, yang memaparkan laporan progres pelaksanaan program dan kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hampir seluruh OPD telah menyampaikan laporan capaian kinerja, realisasi anggaran, serta hambatan yang dihadapi selama satu tahun terakhir.
||BACA JUGA: Helmi Hasan Targetkan 2026 Tak Ada Jalan dan Jembatan Rusak Kewenangan Provinsi Bengkulu
Dalam arahannya, Helmi Hasan menilai secara umum pelaksanaan program pembangunan daerah sepanjang 2025 berjalan cukup baik dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Ia menyebut kerja kolektif OPD sebagai faktor penting yang menopang keberlanjutan program prioritas Pemerintah Provinsi Bengkulu, khususnya program unggulan bertajuk “Bantu Rakyat”.
“Saya mengapresiasi kinerja seluruh OPD yang telah bekerja maksimal sepanjang tahun 2025. Secara umum, program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” kata Helmi Hasan di hadapan para pimpinan OPD.
||BACA JUGA: Gubernur Helmi Hasan Paparkan Capaian pada HUT Bengkulu ke-57
Menurut Helmi, capaian tersebut mencerminkan komitmen aparatur pemerintah daerah dalam melaksanakan tugas pelayanan publik, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa hasil kerja OPD selama 2025 menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan pada tahun berikutnya.
Meski demikian, Gubernur mengingatkan bahwa capaian yang telah diraih tidak boleh membuat jajaran pemerintah daerah berpuas diri. Ia meminta seluruh OPD menjadikan hasil evaluasi sebagai bahan refleksi dan pijakan untuk meningkatkan kualitas program pada 2026.
“Kinerja yang sudah baik ini harus terus ditingkatkan. Kita tidak boleh berhenti di angka capaian administratif saja, tetapi harus memastikan bahwa setiap program benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Helmi.
||BACA JUGA: BPK Periksa 17 OPD, Wagub Mian: Harus Transparan
Helmi menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari serapan anggaran atau jumlah kegiatan yang terlaksana, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan dan permasalahan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta OPD lebih responsif, adaptif, dan inovatif dalam merancang serta menjalankan program kerja.
Dalam rapat tersebut, Gubernur juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran sebagaimana diamanatkan dalam surat edaran Menteri Dalam Negeri. Ia menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan, melainkan memastikan anggaran digunakan secara tepat sasaran dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Efisiensi anggaran harus kita lakukan dengan cermat. Anggaran daerah harus difokuskan pada program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat,” tegasnya.
||BACA JUGA: Helmi Hasan: Pendamping Desa Adalah Motor Inovasi Masyarakat
Helmi menjelaskan bahwa program prioritas tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, serta penguatan sektor pendidikan. Ketiga sektor itu dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Bengkulu.
Selain itu, ia juga meminta OPD untuk mengurangi belanja yang bersifat seremonial dan administratif yang tidak memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat. Sebaliknya, anggaran harus diarahkan pada kegiatan yang produktif, berkelanjutan, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah.
Dalam konteks program “Bantu Rakyat”, Helmi Hasan menegaskan bahwa seluruh OPD harus memiliki visi dan semangat yang sama, yakni menghadirkan pemerintah sebagai solusi bagi persoalan masyarakat. Program tersebut, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan nyata.
||BACA JUGA: Helmi Hasan Lantik Elva Hartati Jadi Komisaris Nonindependen Bank Bengkulu
“Program ‘Bantu Rakyat’ harus kita implementasikan secara konkret. Setiap OPD harus memastikan bahwa kebijakan dan programnya benar-benar membantu masyarakat, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun pelayanan publik,” kata Helmi.
Ia menambahkan bahwa sinergi antar-OPD menjadi kunci utama keberhasilan program pembangunan. Helmi meminta seluruh perangkat daerah untuk menghilangkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mencapai tujuan pembangunan yang lebih efektif.
Dalam rapat evaluasi tersebut, sejumlah OPD juga menyampaikan berbagai capaian positif sepanjang 2025, mulai dari peningkatan akses infrastruktur dasar, perbaikan layanan kesehatan di tingkat daerah, hingga program pendidikan yang lebih inklusif. Meski demikian, beberapa OPD juga mengakui masih adanya tantangan, seperti keterbatasan anggaran, kendala geografis, serta kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
||BACA JUGA: Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Luncurkan Rumah Aspirasi Bantu Rakyat
Menanggapi hal tersebut, Helmi Hasan meminta OPD untuk menyusun perencanaan yang lebih matang dan berbasis data pada tahun 2026. Ia menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dan terkini dalam menentukan prioritas program agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Perencanaan harus berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat. Dengan perencanaan yang baik, kita bisa memaksimalkan manfaat dari setiap rupiah anggaran yang kita belanjakan,” ujarnya.
Gubernur juga mendorong OPD untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan transparansi pengelolaan anggaran. Menurutnya, digitalisasi layanan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah di tengah keterbatasan sumber daya.
||BACA JUGA: Pemprov Bengkulu Tingkatkan Kinerja OPD Demi Pelayanan Publik Berkualitas
Menutup arahannya, Helmi Hasan menyampaikan harapan agar kinerja OPD pada tahun 2026 dapat semakin meningkat, baik dari sisi efektivitas program maupun dampaknya bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Kita ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Oleh karena itu, mari kita bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih ikhlas dalam melayani rakyat Bengkulu,” pungkas Helmi. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











