Ruas Jalan Ulu Manna Ditangani Pemerintah Pusat Mulai 2026

Jalan Ulu Manna
Foto: Ruas Jalan Ulu Manna Ditangani Pemerintah Pusat Mulai 2026, (Ft/Dok).

Ruas Jalan Ulu Manna Ditangani Pemerintah Pusat Mulai 2026

Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan memastikan bahwa ruas jalan vital Ulu Manna, yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dan Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, akan mulai direhabilitasi dan diperlebar pada tahun 2026. Proyek strategis ini resmi masuk dalam program prioritas nasional setelah melalui pertemuan antara Pemkab Bengkulu Selatan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Keputusan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat di wilayah Selatan Bengkulu yang selama bertahun-tahun menghadapi kerusakan jalan, ancaman longsor, dan penyempitan badan jalan yang mengganggu aktivitas ekonomi serta mobilitas harian.

||BACA JUGA: Bupati Bengkulu Selatan Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan Transparan di Entry Meeting BPK

Ruas jalan Ulu Manna yang menghubungkan Bengkulu dengan Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, selama ini menjadi salah satu jalur utama penggerak ekonomi lintas provinsi. Namun kondisi jalan yang sempit, rawan longsor, dan tidak memenuhi standar kelas jalan nasional membuat arus logistik, pergerakan masyarakat, dan mobilitas perdagangan sering terkendala.

Setelah pertemuan resmi antara Pemkab Bengkulu Selatan dan Menteri PUPR, pemerintah pusat menegaskan bahwa program pelebaran, penguatan struktur, dan peningkatan kelas jalan masuk ke dalam prioritas nasional mulai tahun depan.

||BACA JUGA: Bupati Rifai Tajudin dan BPKP Teken IEPK, Bengkulu Selatan Mantapkan Komitmen Antikorupsi

Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, S.Sos, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mendorong percepatan proyek ini sejak awal 2024, mengingat kondisi jalan yang makin memprihatinkan. Dalam keterangan resminya, ia menilai bahwa penanganan struktural menjadi kebutuhan mendesak.

“Pelebaran badan jalan dan peningkatan kelas jalan sudah mendapat persetujuan Kementerian PUPR. Kondisi jalan sangat mendesak untuk diperbaiki menyeluruh,” ujar Rifai.

Menurutnya, volume kendaraan yang melintas baik angkutan barang, kendaraan pribadi, hingga truk hasil perkebunan telah meningkat signifikan. Kapasitas jalan yang tidak lagi memadai membuat risiko kecelakaan dan kemacetan semakin tinggi, terutama saat musim hujan ketika beberapa titik kritis mengalami longsor.

||BACA JUGA: Wabup Bengkulu Selatan Hadiri Rakornas ASN 2025, Dorong ASN Bergerak Cepat

Pemerintah pusat, lanjutnya, menyatakan kesiapan untuk mengarahkan anggaran rehabilitasi melalui skema prioritas nasional sehingga proses pengerjaan dapat dilakukan lebih cepat dan terstruktur.

Pemkab Bengkulu Selatan memastikan bahwa selama proyek rehabilitasi berlangsung, jalur utama tetap dibuka untuk umum. Pemerintah daerah dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) akan menerapkan rekayasa lalu lintas bertahap agar tidak mengganggu distribusi barang dan mobilitas warga.

“Selama pengerjaan, akses tetap dibuka. Kita pastikan distribusi barang dan mobilitas masyarakat tidak terganggu,” tutur Rifai.

||BACA JUGA: BPKP Bengkulu Punya Nahkoda Baru, Gubernur Minta Pengawasan Lebih Solutif dan Efisien

Bupati Rifai menegaskan bahwa Pemkab Bengkulu Selatan akan mengawal setiap tahapan proyek sehingga pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan. Ia memastikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, serta pemerintah provinsi untuk menjaga agar pekerjaan sesuai target.

“Ini bukan sekadar proyek jalan. Ini investasi untuk masa depan Bengkulu Selatan dan seluruh masyarakat yang menggantungkan hidup pada jalur ini,” tegasnya. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *