Gubernur Helmi Serahkan Penghargaan Desa Wisata 2025
Kantor-Berita.Com|| Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyerahkan langsung penghargaan kepada para pemenang Lomba Desa Wisata Tahun 2025 dalam acara Malam Anugerah Desa Wisata yang berlangsung meriah di Balai Semarak, Rabu (19/11/25). Acara tahunan ini menjadi momentum penting untuk memberikan apresiasi bagi desa-desa wisata yang telah berinovasi dan berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata daerah.
Dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, pelaku pariwisata, hingga perwakilan desa wisata dari seluruh daerah di Bengkulu, malam penganugerahan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
||BACA JUGA: Helmi Hasan: Pendamping Desa Adalah Motor Inovasi Masyarakat
Tahun ini, penilaian desa wisata mencakup sejumlah aspek, mulai dari pengelolaan kelembagaan, kesiapan sarana dan prasarana, inovasi daya tarik wisata, hingga pelayanan kepada wisatawan. Dari proses yang berlangsung sejak September 2025, terpilihlah para pemenang terbaik dari berbagai kategori.
Pada kategori ini, penghargaan diberikan kepada desa-desa yang memiliki sistem kelembagaan kuat dan tata kelola pariwisata berbasis masyarakat:
- Terbaik I: Desa Kunkai Baru, Kabupaten Seluma
- Terbaik II: Desa Hutan Mangrove 212, Kota Bengkulu
- Terbaik III: Desa Maju Makmur, Kabupaten Mukomuko
- Favorit: Desa Cawang Lama, Kabupaten Rejang Lebong
Pemilihan kategori ini menekankan pentingnya penguatan organisasi dan manajemen desa wisata sebagai fondasi pengembangan pariwisata berkelanjutan.
||BACA JUGA: Pendamping Desa Diminta Jadi Penggerak Inovasi dan Kemandirian
Pada kategori daya tarik wisata, desa-desa dinilai berdasarkan keunikan potensi alam, budaya, dan kreativitas dalam menyajikan pengalaman wisata berkualitas. Adapun para pemenangnya ialah:
- Terbaik I: Desa Air Bening, Kabupaten Rejang Lebong
- Terbaik II: Desa Pasar Pedati, Kabupaten Bengkulu Tengah
- Terbaik III: Desa Lubuk Sahung, Kabupaten Bengkulu Utara
Para pemenang kategori ini dianggap sukses memaksimalkan potensi lokal untuk menarik wisatawan, baik melalui inovasi atraksi, pengembangan spot foto, maupun pelestarian budaya setempat.
Selain desa wisata, Malam Anugerah Desa Wisata 2025 juga memberikan penghargaan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) kepada pelaku usaha yang dinilai mampu menyediakan layanan ramah wisatawan muslim.
Tahun ini, penghargaan IMTI diraih oleh: Rumah Makan Pindang 77, Hotel Two K Azana.
||BACA JUGA: Desa Wisata Kungkai Baru Jadi Inspirasi Pengembangan Pariwisata Bengkulu
Keduanya dianggap konsisten dalam menerapkan standar fasilitas halal, menyediakan ruang ibadah yang nyaman, serta memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan muslim. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi pelaku usaha lainnya untuk menerapkan layanan serupa sehingga Bengkulu semakin ramah bagi wisatawan dari berbagai kalangan.
kreativitas desa-desa wisata yang mengikuti lomba. Ia menilai bahwa keberadaan desa wisata dapat menjadi pilar penting bagi ekonomi daerah karena menggerakkan usaha mikro, menciptakan lapangan kerja, dan menghidupkan potensi budaya lokal.
Namun demikian, Helmi menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan pada masa mendatang harus benar-benar bermanfaat langsung bagi masyarakat.
||BACA JUGA: Desa Wisata Rindu Hati Bengkulu Tengah Raih Juara 5 Tingkat Provinsi: Puncak Penganugerahan Desa Wisata 2024
“Tahun depan, kita buat hadiahnya bukan berupa uang. Sesuaikan saja dengan kebutuhan warga desa wisata, seperti kendaraan ambulans, pembangunan jalan, atau bantuan fasilitas yang langsung dirasakan manfaatnya,” ujar Helmi.
Gubernur menilai bahwa pendekatan hadiah berbasis kebutuhan akan memperkuat kapasitas desa wisata dan mendorong pemerataan pembangunan di daerah.
Helmi juga mengingatkan pentingnya membangun karakter pelayanan prima. Menurutnya, pariwisata tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dan pelaku usaha melayani wisatawan.
||BACA JUGA: Penilaian Desa Wisata, Hutan Mangrove Tembus 10 Besar, Bukti Sinergi Warga dan Pemerintah
“Jangan hanya fokus membangun fisik. Karakter pelayanan yang ramah, sopan, dan penuh keramahan lokal adalah kekuatan utama desa wisata. Wisatawan datang untuk merasakan pengalaman, bukan sekadar melihat bangunan,” ucap Helmi. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











