Dandim M. Jumali: Tugas Kita Melanjutkan Perjuangan Para Pahlawan

Hari Pahlawan 2025
Foto: Komandan Kodim (Dandim) 0423 Bengkulu Utara, Letkol CZI M. Jumali, S.T., saat akan bertindak menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun 2025 di Kabupaten Bengkulu Utara berlangsung khidmat dan penuh makna. Bertempat di halaman Kantor Bupati Bengkulu Utara, Senin pagi (10/11/25), (Ft/Ist).

Dandim M. Jumali: Tugas Kita Melanjutkan Perjuangan Para Pahlawan

Kantor-Berita.Com|| Upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun 2025 di Kabupaten Bengkulu Utara berlangsung khidmat dan penuh makna. Bertempat di halaman Kantor Bupati Bengkulu Utara, Senin pagi (10/11/25), upacara ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0423 Bengkulu Utara, Letkol CZI M. Jumali, S.T., yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Ratusan peserta upacara dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI-Polri, aparatur sipil negara (ASN), pelajar, serta organisasi masyarakat turut hadir dalam momen penghormatan tahunan tersebut. Upacara ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai perjuangan, pengorbanan, serta semangat juang para pahlawan bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan Republik Indonesia.

||BACA JUGA: Suasana Khidmat Warnai Upacara Hari Pahlawan 2025 di Kota Bengkulu

Dalam amanatnya, Letkol CZI M. Jumali membacakan sambutan resmi Menteri Sosial Republik Indonesia. Ia menyampaikan bahwa bangsa Indonesia harus selalu bersyukur karena telah dilahirkan di tanah air yang kaya akan sejarah perjuangan. Di setiap penjuru nusantara, kata Jumali, terdapat kisah heroik dari para patriot yang dengan keberanian dan pengorbanan luar biasa telah menorehkan sejarah dalam perjuangan kemerdekaan.

“Kita patut bersyukur, karena di bumi nusantara ini banyak dilahirkan sosok para pahlawan, para mujahid pemberani yang dengan segala pengorbanannya berhasil membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya dengan suara tegas di hadapan peserta upacara.

||BACA JUGA: Kesiapan Penyambutan Pangdam II/Sriwijaya: Dandim 0425 bersama Pemkab Seluma Gelar Rakor

Ia menegaskan bahwa para pahlawan adalah fondasi utama berdirinya bangsa. Mereka telah berjuang tanpa pamrih, mengorbankan jiwa dan raga demi satu cita-cita: Indonesia yang merdeka dan berdaulat. “Mereka telah mengorbankan segalanya agar kita bisa hidup dalam kemerdekaan. Kini, tugas kita adalah meneruskan perjuangan mereka demi mewujudkan Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur,” tambahnya.

Tahun ini, peringatan Hari Pahlawan mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.” Tema tersebut, menurut Dandim Jumali, bukan sekadar slogan, tetapi panggilan moral bagi seluruh anak bangsa untuk tidak berhenti berjuang dalam menghadapi tantangan zaman.

“Mari kita teruskan perjuangan para pahlawan yang telah ditunaikan dengan penuh keikhlasan. Pastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” tegasnya.

||BACA JUGA: Pisah Sambut Dandim BU Berlangsung Haru

Ia menekankan bahwa semangat kepahlawanan harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, bukan hanya dalam seremoni peringatan. Saat ini, bentuk perjuangan bukan lagi mengangkat senjata, melainkan berkontribusi untuk kemajuan bangsa mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga pembangunan daerah.

“Perjuangan masa kini adalah bagaimana kita bisa melahirkan generasi yang tangguh, mandiri, dan berkarakter. Itu bentuk penghargaan tertinggi untuk para pahlawan,” ucap Jumali.

Upacara peringatan Hari Pahlawan 2025 ini juga diwarnai dengan refleksi mendalam tentang bagaimana makna kepahlawanan harus diterapkan di era modern. Menurut Dandim Jumali, perjuangan kini tidak lagi berupa pertempuran fisik melawan penjajahan, tetapi perjuangan intelektual dan moral dalam menghadapi tantangan globalisasi, kemiskinan, ketimpangan, serta ancaman terhadap persatuan bangsa.

||BACA JUGA: Danrem 041/Gamas Serukan Aksi Cepat Atasi Krisis Pangan dan BBM di Pulau Enggano

“Kita hidup di era yang penuh tantangan. Nilai-nilai perjuangan dan semangat pantang menyerah harus terus dijaga agar bangsa ini tidak kehilangan jati diri,” kata Jumali.

Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab membangun bangsa bukan hanya milik pemerintah atau TNI-Polri, tetapi seluruh masyarakat Indonesia. “Setiap warga negara punya peran. Sekecil apa pun kontribusi kita, itu berarti besar bagi kemajuan bangsa,” tegasnya. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Rio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *