Dukung Nelayan, Pemkab Mukomuko Salurkan Bantuan Alat Tangkap ke 18 KUB

Bantuan Alat Tangkap Nelayan Mukomuko
Foto: Dukung Nelayan, Pemkab Mukomuko Salurkan Bantuan Alat Tangkap ke 18 KUB, (Ft/Ist).

Dukung Nelayan, Pemkab Mukomuko Salurkan Bantuan Alat Tangkap ke 18 KUB

Kantor-Berita.Com, Mukomuko|| Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Perikanan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor perikanan berikan Bantuan Alat Tangkap Nelayan, Pada tahun 2025, sebanyak 18 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan yang tersebar dari Kecamatan Air Rami hingga Desa Pasar Sebelah, menerima bantuan sarana perikanan tangkap sebagai bentuk upaya mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan nelayan lokal.

Menurut Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Warsiman, bantuan ini berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2025 sebesar Rp1,3 miliar, yang telah dialokasikan khusus untuk pengadaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan nelayan tangkap.

BACA JUGA: 13 Anggota Geng Motor Bengkulu Serang Petugas Parkir RS DKT, 7 Di Antaranya Pelajar

“Bantuan ini merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada nelayan tradisional yang menjadi ujung tombak sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Mukomuko,” ujar Warsiman, Senin (21/7/25).

Dana yang dialokasikan sebesar Rp1,3 miliar tersebut digunakan untuk pengadaan berbagai peralatan tangkap, antara lain: 2 unit perahu fiber, 26 unit mesin tempel, 10 paket jaring ikan, 36 buah baju pelampung.

BACA JUGA: Seluma Siap Sukseskan Cetak Sawah Rakyat dan Swasembada Pangan Bengkulu

Peralatan Bantuan Alat Tangkap Nelayan tersebut nantinya akan dibagikan ke 18 kelompok nelayan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok. Namun, karena jumlah paket jaring yang tersedia masih terbatas, pembagian dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan ketersediaan.

“Kelompok yang menerima perahu fiber biasanya juga akan menerima mesin tempel, Tapi karena jaring hanya ada 10 paket, maka tidak semua kelompok dapat jaring tahun ini,” jelas Warsiman.

Sementara itu, baju pelampung akan dibagi secara merata ke seluruh kelompok. Setiap KUB dipastikan mendapat tiga unit baju pelampung sebagai bagian dari standar keselamatan kerja di laut.

BACA JUGA: Pemkab Kepahiang Dukung Peluncuran Koperasi Merah Putih sebagai Motor Ekonomi Desa

Demi menjamin transparansi dan efisiensi penggunaan anggaran, Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko melakukan proses pengadaan melalui sistem e-katalog. Langkah ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat untuk mendorong tata kelola pengadaan yang bersih dan akuntabel.

Warsiman menambahkan bahwa penggunaan e-katalog akan menjadi prioritas, kecuali jika barang yang dibutuhkan tidak tersedia di dalam daftar e-katalog. Dalam kondisi seperti itu, maka akan digunakan metode pengadaan alternatif yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi nelayan dan dikelola secara bertanggung jawab,” tegas warsiman.

BACA JUGA: Gubernur Bengkulu Instruksikan Sekolah Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo

Saat ini, Dinas Perikanan tengah mempersiapkan berbagai dokumen pendukung agar kegiatan pengadaan bisa segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Pemerintah daerah memahami bahwa sektor perikanan tangkap merupakan penopang utama perekonomian masyarakat pesisir. Oleh karena itu, bantuan ini tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan alat tangkap, tetapi juga strategi untuk mendorong produktivitas perikanan secara menyeluruh.

Dengan adanya dukungan berupa perahu fiber dan mesin tempel, nelayan dapat menjangkau wilayah tangkap yang lebih luas dan lebih aman. Sementara itu, alat tangkap seperti jaring akan mendukung efisiensi hasil tangkapan. Ditambah lagi, baju pelampung menjadi pelindung penting saat cuaca buruk di laut.

BACA JUGA: Relokasi Pedagang Pantai Panjang Dimulai Agustus, Pemkot akan Bangun Tugu sebagai Ikon Baru Wisata

“Tujuan utama bantuan ini adalah untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan, mengurangi kerugian operasional nelayan, serta memperkuat sektor perikanan sebagai tulang punggung ekonomi daerah,” Tandas Warsiman. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Budi Utoyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *