Kota Bengkulu Catat Deflasi 0,98% Februari 2025, Dinamika Harga Komoditas
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Pada Februari 2025, Kota Bengkulu mencatat deflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 0,98 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 104,88. Deflasi ini dipicu oleh penurunan harga di beberapa kelompok pengeluaran, terutama sektor perumahan, energi, dan komunikasi.
Deflasi y-on-y yang terjadi di Bengkulu disebabkan oleh penurunan harga pada beberapa kelompok pengeluaran utama, antara lain:
- Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami penurunan indeks sebesar 14,91 persen.
- Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga turun 1,77 persen.
- Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 0,49 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu, Marwansyah, dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar pada Senin (3/3/2025), menyampaikan bahwa faktor utama deflasi adalah turunnya harga di sektor-sektor tersebut.
BACA JUGA: BPS Kota Bengkulu: Inflasi Januari 2025 Naik 0,09 Persen, IHK Capai 105,38
Namun, tidak semua kelompok pengeluaran mengalami penurunan. Beberapa sektor justru mengalami inflasi atau kenaikan harga, di antaranya:
- Makanan, minuman, dan tembakau naik 0,98 persen.
- Pakaian dan alas kaki meningkat 1,54 persen.
- Kesehatan mengalami kenaikan 2,87 persen.
- Transportasi meningkat 1,21 persen.
- Rekreasi, olahraga, dan budaya naik 1,58 persen.
- Pendidikan meningkat 1,82 persen.
- Penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 1,75 persen.
- Perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan tertinggi sebesar 6,62 persen.
Selain deflasi y-on-y, Kota Bengkulu juga mengalami deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,47 persen pada Februari 2025. Sementara itu, tingkat deflasi year-to-date (y-to-d) atau sejak awal tahun hingga Februari 2025 tercatat sebesar 1,38 persen.
BACA JUGA: Penguatan Statistik Sektoral di Kelurahan: BPS Bengkulu Luncurkan Program Desa Cantik
Penurunan harga beberapa komoditas utama memberikan kontribusi besar terhadap deflasi di Bengkulu. Beberapa komoditas yang dominan menyumbang deflasi y-on-y pada Februari 2025 antara lain: Tarif listrik, Daging ayam ras, Cabai merah, Tomat, Angkutan udara, Air kemasan, Jengkol, Sabun cair dan deterjen, Bensin, Ikan tuna, Sawi hijau, hand body lotion, Telepon seluler, Petai, Ayam hidup, Beras, Pengharum dan pelembut pakaian, Jeruk.
Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga dan menjadi penyumbang inflasi y-on-y, seperti: Emas perhiasan, Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT), Bawang merah dan bawang putih, Minyak goreng, Mobil dan sepeda motor, Tarif parkir, Ikan dencis, Pendidikan tinggi (akademi/perguruan tinggi), Makanan siap saji (bakso, nasi dengan lauk, ketupat/lontong sayur), Kopi bubuk, Kentang dan santan segar, Tisu dan sampo.
BACA JUGA: BPS Kota Bengkulu Umumkan Inflasi Juli 2024: IHK Naik 2,27% dengan Penurunan Inflasi Tahun ke Tahun
Selain tren tahunan, beberapa komoditas juga berperan dalam deflasi m-to-m pada Februari 2025. Komoditas yang dominan menyumbang deflasi m-to-m meliputi: Tarif listrik, Daging ayam ras, Jengkol, Ikan tuna, Telur ayam ras, Bawang merah, Ikan nila, Sawi hijau, Tomat, Kol putih/kubis, Terong, Sawi putih (pecay/pitsai), Hand body lotion, Sabun cair dan sabun cuci piring.
Deflasi yang terjadi di Kota Bengkulu memiliki dampak positif dan negatif bagi perekonomian. Dampak positifnya, daya beli masyarakat meningkat karena harga barang dan jasa lebih terjangkau. Namun, di sisi lain, deflasi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi jika berlangsung dalam jangka panjang, karena pelaku usaha dapat mengalami penurunan pendapatan akibat harga jual yang lebih rendah.
BACA JUGA: BPS Provinsi Bengkulu Rilis Data Inflasi, NTP, Ekspor-Impor, dan TPK Hotel Berbintang Mei 2024
Turut hadir dalam rilis resmi ini, statistisi ahli muda BPS Kota Bengkulu, perwakilan OPD Kota Bengkulu, serta sejumlah media massa yang ikut mempublikasikan informasi terkini terkait inflasi dan deflasi di Bengkulu.
Dengan adanya informasi ini, masyarakat diharapkan lebih memahami dinamika harga barang dan jasa di Kota Bengkulu serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan. (**)











