Memberdayakan Masyarakat Melalui KUBE: Inovasi dalam Pengentasan Kemiskinan

KUBE
Foto: Dinas Sosial Kota Bengkulu mengadakan Focus Group Discussion (FGD), Acara Berlangsung di Aula Berendo pada hari senin, (8/7/24), (Ft/Ist).

Memberdayakan Masyarakat Melalui KUBE: Inovasi dalam Pengentasan Kemiskinan

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Pengentasan kemiskinan menjadi fokus utama banyak program pemerintah Kota Bengkulu, salah satunya melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, selain bergantung pada bantuan sosial dari pemerintah, ada pendekatan lain yang diyakini dapat memberdayakan masyarakat miskin secara lebih mandiri dan berkelanjutan. Salah satu pendekatan tersebut adalah melalui program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah.

Pada Senin, 8 Juli 2024, Dinas Sosial Kota Bengkulu mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai model manajemen investasi sosial yang dapat diterapkan oleh masyarakat kurang mampu. Acara ini diadakan di Aula Berendo, Dinas Sosial Kota Bengkulu dan menghadirkan Sahudin, AK, M.Si, CA, CGAA sebagai narasumber utama.

BACA JUGA: Bupati Seluma Sambut Utusan Presiden RI: Sinkronisasi RKP dan RKPD Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan

Sahat Situmorang, Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, membuka acara tersebut dan menyambut baik model manajemen investasi sosial yang dipresentasikan oleh Sahudin. Model ini dianggap sebagai prototipe yang efektif dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui gotong royong.

Sahudin menjelaskan bahwa konsep KUBE yang dia kembangkan bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada bantuan pemerintah. Inovasi ini menekankan pentingnya literasi keuangan dan investasi, bahkan untuk masyarakat dengan sumber daya yang terbatas.

BACA JUGA: Wagub Bengkulu: Komitmen Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Menuju Target Nol Persen

“Saya menciptakan inovasi baru dalam KUBE yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah, Ini dimulai dengan edukasi literasi keuangan, Untuk merubah hidup orang miskin, mereka harus memiliki kesadaran investasi, walaupun dalam jumlah kecil,” kata Sahudin.

Dalam disertasinya, Sahudin mengembangkan tema “Prototipe Manajemen Investasi untuk Masyarakat Kurang Mampu”, yang merupakan upaya untuk memperkenalkan konsep investasi kepada mereka yang selama ini jarang disentuh oleh layanan keuangan formal.

Sahudin menjelaskan bahwa investasi kecil yang dilakukan secara kolektif dapat memberikan dampak yang signifikan. Ia menggambarkan hal ini dengan analogi sapu lidi; ketika satu lidi berdiri sendiri, ia tidak memiliki kekuatan, tetapi ketika disatukan, mereka dapat melakukan banyak hal.

BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Sebut: Tingkatkan Pendataan PKH Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

“Contohnya, jika 10 orang miskin menyisihkan Rp 50 ribu setiap bulan, mereka bisa mengumpulkan Rp 500 ribu, Dengan jumlah ini, dalam beberapa bulan mereka bisa membeli seekor kambing, Saya telah menguji konsep ini di Kabupaten Seluma, dan hasilnya menunjukkan potensi besar dalam pemberdayaan ekonomi melalui investasi kolektif,” jelas Sahudin.

Sahudin berharap bahwa konsep manajemen investasi ini bisa diterapkan secara luas oleh pemerintah, terutama oleh Kementerian Sosial, untuk mendukung program-program pengentasan kemiskinan. Ia juga mengharapkan masukan dari para pendamping PKH yang hadir dalam acara tersebut, untuk memperbaiki dan mengembangkan model ini lebih lanjut.

“Jika konsep ini dapat diuji, diseminarkan dan disempurnakan, saya yakin pemerintah, khususnya Kementerian Sosial, bisa mengadopsi model ini dalam program-program pemberdayaan ekonomi di masa mendatang,” Tutup Sahudin. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *