Monitoring di Lapangan, Mayoritas Cabor Lolos PON Aceh-Sumut Butuh Peralatan Pertandingan

PON Aceh-Sumut
FOTO BARENG: Tim monitoring KONI yang diketuai Kosmas Manik meninjau langsung kegiatan latihan atlet senam serta foto bersama atlet dan pelatih.

Monitoring di Lapangan, Mayoritas Cabor Lolos PON Aceh-Sumut Butuh Peralatan Pertandingan

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Dari pantauan tim monitoring KONI Provinsi Bengkulu di sejumlah venue  cabang olahraga (Cabor) yang lolos Pekan Olahraga Nasional (PON)  Aceh-Sumut , mayoritas butuh sarana & prasarana (Sapras) pertandingan. Sebab seperti peralatan pertandingan yang ada, terbilang sudah uzur.

Selain dari sapras, para atlet yang sejak dua bulan terakhir sudah jalani program training training centre (TC) berjalan,  juga berharap adanya bantuan vitamin/ suplemen. Karena jadwal program latihan yang dilakoni cukup padat. Ada sejumlah cabor sehari menjalani latihan dua kali (pagi sore).

Seperti di cabor senam, Sapras pendukung yang ada sebagian kondisinya sudah layak diganti. Seperti  pakaian tanding, pita yang sudah lecet, dan hoop yang sudah penyok. Karena Cabor senam, Bengkulu lolos pada nomor senam Ritmik yang butuh peralatan lebih baik dalam tanding nanti.

LATIHAN: Atlet senam Ritmik Bengkulu didampingi pelatih Pepy (kiri) yang diproyeksikan ke PON Aceh – Sumut September mendatang, (foto/cek)

Seperti diungkapkan pelatih senam Ritmix, Pepy, PON Aceh-Sumut nantinya Bengkulu loloskan dua atlet. Yakni Rewia Inka Nadila (18) dan Nelvi Laura Finhar (16). Sekarang dua pesenam ini telah melakoni persiapan sejak Desember 2023– serta TC berjalan di GOR SKO Bengkulu.

“Pada PON Aceh-Sumut kelak, dua atlet kita akan tampil di semua nomor. Yakni nomor hoop/simpai, ball/bola, club/gada dan ribbon/pita. Semua berharap dua wakil wakil Bengkulu ini dapat menorehkan hasil bagus buat Bengkulu ini. Tentu untuk menggapai yang terbaik, butuh pengorbanan,” jelas Pepy, Rabu (26/6/24).

Saat ini kebutuhan yang sangat mendesak, lanjut Pepy, peralatan dan pakaian tanding. Karena Kondisi peralatan sudah sulit untuk dibawa tanding. Seperti  pita kondisi sudah lecek dan hoop yang penyok. Untuk pakaian tanding Ritmik bukan pabrikan, tapi melalui hand made. Ini butuh waktu membuatnya.

BACA JUGA: Atlet PON Bengkulu Tampil di Internasional Fight, Dedek: Menghadapi Petarung Terbaik MMA Tiongkok

“Sebagai olahraga pertunjukkan kami harus memastikan alat serta pakaian bertading di fase kompetisi. Ini guna penyesuaian sebab alat hanya boleh dipakai satu atlet saja jadi  ukurannya yang biasa digunakan siatlet itu,”  ungkap Pepy, yang juga profesi jurnalist.

Lanjut dia, pakaian tanding tak bisa dipesan sembarangan jika bukan dari pelatih. Sebab adanya ketentuan model, warna serta motif baju. Tema baju harus sesuai koreografi per alat. Jika koreo alat hoop bertema sedih, ya, baju yang dipakai juga bertema sedih, akan kena potongan nilai artistri.

Dalam menjalani TC berjalan, tambah Pepy, juga butuh suport massage dan nutrisi dan pendampingan psikolog. Ini bagian penting karena yang dibutuhkan saat ini bukan lagi terkait bagaimana mempelajari gerak. Tapi  menghadapi mental bertanding. Terutama melawan diri sendiri.

BACA JUGA: 67 Atlet Bengkulu Ikuti Pelatda, Persiapan PON XXI/2024, Densi: Mulai Disalurkan

“Hari ini (Rabu,26/6/24) kita mulai melakoni  control training/ stmulasi pertandingan dan akan dilaksanakan lagi sat minggu sebelum keberangkatan. Dari awal periodesasi, kami sudah didampingi psikolog yang  berlisensi psikolog olahraga– Wendri Surya Pratama, M.Psi. Terima kasih kepada tim monitoring KONI yang sudah menyapa langsung pada atlet kami,” jelas Pepy.(Cek)

Editor : Tarmandi
Pewarta : Tarmandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *