Pembangunan Jalan Nasional dan Jembatan Sementara di Bengkulu Tengah Kritis untuk di Lalui
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Saat ini, pembangunan jalan nasional dengan peningkatan kelas jalan lintas Kota Bengkulu – Bengkulu Utara di Pasar Pedati, Kabupaten Bengkulu Tengah, sedang berlangsung. Proyek ini mencakup pekerjaan pengecoran jalan dan pembangunan jembatan baru untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas infrastruktur transportasi di wilayah tersebut.
Selama proses Pembangunan jalan nasional, arus lalu lintas di jembatan harus dialihkan. Pihak kontraktor yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini telah membangun jembatan sementara yang dikenal sebagai jembatan “belly,” terbuat dari kayu. Namun, jembatan sementara ini dinilai tidak cukup kuat untuk menahan beban kendaraan besar yang sering melintas, seperti truk pengangkut batu bara, sawit, BBM (Bahan Bakar Minyak), dan LPG (Liquefied Petroleum Gas) milik Pertamina Bengkulu.
BACA JUGA: Harapan Baru Masyarakat Air Manjuto: Pembangunan Jembatan Dua Jalur di SP6 Segera Dimulai
Pada Rabu pagi, 26 Juni, dilaporkan bahwa beberapa kayu penyangga jembatan belly tersebut patah. Kondisi ini membuat kendaraan berat, khususnya yang mengangkut barang-barang esensial, merasa khawatir melintas karena tidak ada jaminan kekuatan dan keamanan jembatan dari pihak kontraktor jalan.
Menanggapi situasi ini, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional untuk menangani masalah tersebut secara langsung di lapangan.
BACA JUGA: Pemerintah Bengkulu Utara Resmikan Jembatan Gantung: Dorong Perekonomian dan Deklarasi Desa ODF
“Saya sudah minta agar hari ini sudah bisa dinormalkan kembali, karena itu jalan yang strategis untuk pengangkutan BBM, bahan makanan dan lain-lain,” tegas Gubernur Rohidin.
Gubernur menekankan pentingnya menyelesaikan masalah ini secepat mungkin karena jalan tersebut merupakan jalur vital bagi pengangkutan berbagai komoditas penting yang menunjang kehidupan sehari-hari masyarakat Bengkulu.
BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Tutup Lubang Jembatan Kampung Kelawi dengan Metode Pengecoran
Gubernur menambahkan, Dinas PUPR Provinsi Bengkulu telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional untuk memastikan bahwa jembatan sementara dapat digunakan dengan aman oleh semua jenis kendaraan. Mereka juga terus melakukan perbaikan dan monitoring untuk menjaga kondisi jembatan sementara.
“Proyek ini diharapkan dapat diselesaikan dengan cepat dan memberikan infrastruktur transportasi yang lebih baik bagi masyarakat Bengkulu, Dengan adanya jalan dan jembatan yang lebih baik, mobilitas barang dan orang akan meningkat, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” Tutup Gubernur. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











