BPBD Bengkulu Susun MOU dan PKS untuk Perkuat Penanggulangan Bencana

BPBD Bengkulu
Foto: BPBD Provinsi Bengkulu pada saat melakukan Rapat Perkuat Penanggulangan Bencana, Rapat Berlangsung di kantor BPBD Bengkulu pada hari jumat, (7/6/24), (ist).

BPBD Bengkulu Susun MOU dan PKS untuk Perkuat Penanggulangan Bencana

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU|| Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mengadakan rapat strategis guna menyusun Memorandum of Understanding (MOU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk penanggulangan bencana di wilayah tersebut. Acara penting ini berlangsung pada Jumat, 7 Juni 2024, dan melibatkan berbagai pihak terkait seperti Korem 041, Basarnas, BMKG, BWS 7, BPJN, sektor perbankan, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Palang Merah Indonesia (PMI), serta Yayasan Layak Bengkulu (YAKI).

Herwan Antoni, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, menyampaikan dalam sambutannya bahwa sinergi dan tanggung jawab bersama sangat penting dalam menghadapi potensi bencana di Bengkulu.

BACA JUGA: BPBD Kota Bengkulu Siapkan Peralatan dan Sembako untuk Antisipasi Banjir di Tengah Cuaca Tidak Menentu

“Rapat ini adalah langkah konkret untuk memperkuat kerjasama antar lembaga dan instansi terkait, sehingga kita bisa lebih siap, tanggap, tangkas dan tangguh dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

Herwan menekankan bahwa kerjasama ini akan meliputi berbagai aspek penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons dan rehabilitasi pasca bencana. “Dengan adanya MOU dan PKS ini, setiap lembaga diharapkan memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas serta dapat berkoordinasi dengan baik dalam situasi darurat,” tambahnya.

Penyusunan MOU dan PKS ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan Provinsi Bengkulu dalam menanggulangi berbagai jenis bencana, serta meminimalisir dampak yang mungkin terjadi.

BACA JUGA: Antisipasi Bencana: BPBD Kota Bengkulu Lakukan Pemasangan 150 Rambu Evakuasi

“Mari kita bersama-sama mewujudkan Bengkulu yang lebih tanggap, tangkas dan tangguh dalam menghadapi bencana,” tutur Herwan Antoni.

Dalam rapat tersebut, berbagai langkah konkret dibahas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana. Langkah-langkah tersebut mencakup peningkatan kapasitas personel, penyediaan peralatan yang memadai, serta pelatihan dan simulasi rutin untuk menghadapi situasi darurat. “Pelatihan dan simulasi rutin sangat penting agar kita selalu siap dalam menghadapi bencana,” kata Herwan Antoni.

Selain itu, BPBD Provinsi Bengkulu juga berencana untuk meningkatkan kerjasama dengan akademisi dan peneliti guna mengembangkan teknologi dan metode baru dalam penanggulangan bencana.

BACA JUGA: Gubernur Bengkulu Instruksikan Cepat BPBD Atasi Dampak Banjir Bandang dan Longsor di Kabupaten Lebong

” Kerjasama dengan akademisi dan peneliti akan membantu kita mengembangkan solusi yang inovatif dan efektif dalam penanggulangan bencana, ” tambah Herwan.

Perwakilan dari Korem 041 menegaskan kesiapan TNI untuk mendukung upaya penanggulangan bencana di Bengkulu, Selain itu, Basarnas dan BMKG menekankan pentingnya penguatan sistem deteksi dini dan penyebaran informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat.

“Penguatan sistem deteksi dini sangat krusial dalam mengurangi risiko dan dampak bencana,” kata perwakilan dari BMKG.

Sektor swasta dan organisasi non-pemerintah seperti bank, MDMC, PMI, dan YAKI juga menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung upaya penanggulangan bencana melalui berbagai program dan bantuan yang mereka miliki. “Kolaborasi antara pemerintah, TNI, lembaga dan masyarakat sangat penting untuk membangun ketangguhan terhadap bencana,” ujar seorang perwakilan dari PMI.

Di akhir rapat, seluruh peserta menyepakati beberapa poin penting yang akan dimasukkan dalam MOU dan PKS. Poin-poin tersebut meliputi pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas, mekanisme koordinasi yang efektif, serta komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

“Kesepakatan ini adalah langkah awal yang baik untuk meningkatkan sinergi dan kesiapsiagaan kita dalam menghadapi bencana,” ujar perwakilan dari Basarnas. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *