Ketidakjelasan Dana Desa: Proyek Sumur Bor Desa Sawang Lebar di Sorot Masyarakat
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU UTARA – Program Dana Desa merupakan salah satu langkah nyata dalam mewujudkan visi pemerintah Pusat, yang tertuang dalam Nawacita ketiga, yaitu “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Kesatuan Negara Republik Indonesia” Dana Desa menjadi instrumen penting dalam kerangka pengembangan wilayah, terutama untuk meningkatkan pembangunan desa melalui pemberdayaan ekonomi lokal, penciptaan akses transportasi lokal, dan percepatan pemenuhan infrastruktur dasar. Tujuannya adalah menciptakan desa yang mandiri dan berkelanjutan, memiliki ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi, serta memperkuat keterkaitan antara kegiatan ekonomi kota dan desa.
Konsep Dana Desa menghadirkan peluang bagi desa-desa untuk menggali potensi lokal mereka dan menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Salah satu contoh implementasi Dana Desa terlihat di Desa Sawang Lebar, Kecamatan Tanjung Agung Palik, Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2023. Desa ini mengalokasikan anggaran sebesar 128 juta rupiah untuk berbagai proyek, seperti pembuatan sumur bor untuk Pamsimas sebanyak satu unit.
Menurut keterangan Kepala Dusun (Kadun) 2, Bustomi, pada saat Musyawarah Desa (Musdes), dana tersebut awalnya dialokasikan sebesar 60 juta rupiah untuk pembuatan sumur dan pembelian mesin pada tahun 2023. Selain itu, terdapat anggaran sebesar 20 juta rupiah untuk penggantian mesin yang sudah ada. Namun, terdapat kejanggalan, di mana anggaran yang semula 80 juta rupiah berubah menjadi 128 juta rupiah. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait penggunaan anggaran yang berlebihan, mengingat harga sumur bor umumnya sekitar 7 juta rupiah.
“Waktu Musdes dana kita tetapkan sebesar 60 juta serta pergantian mesin sebsar 2o juta, tapi kenapa bisa menambah hingga 128 juta kami tidak mengetahuinya, dan yang aneh juga harga mesin di pasaran cuma 7 juta dan itu pun juga sudah berlebih,” Menurut Keterangan Kadun Bustomi pada jumat (15/12/23)
BACA JUGA: Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih: Momen Pisah Sambut Kapolres di Bengkulu Utara
Tidak hanya itu Desa Sawang Lebar juga menggunakan Dana Desa untuk proyek-proyek lainnya. Kadun 2 Bustomi menyampaikan bahwa Dana Desa juga dialokasikan untuk pembelian ayunan dan jungkitan untuk anak-anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), serta pembelian genset sebanyak dua unit. Namun, disayangkan, barang-barang tersebut hingga saat ini belum terlihat oleh masyarakat, dan hal ini menjadi tanda tanya terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana Desa.
“Mesin Genset 2 Unit sampai sekarang kami belum pernah melihat bentuknya,” Kata Kadun Bustomi.
Selain proyek-proyek tersebut, Desa Sawang Lebar juga melibatkan Dana Desa untuk pembuatan kolam dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan. Meskipun proyek ini pada dasarnya positif, namun perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut terkait pemilihan prioritas dan efektivitas penggunaan anggaran, agar hasilnya dapat memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat desa.
*Pada saat di mintai keterengan melalui pesan WhatsApp kepala desa Sawang lebar kecamatan Tanjung Agung Palik tidak memberikan respon*
Editor: (KB1) Share
Pewarta: Rio/Er











