Pemetaan Cabor Prioritas, KONI Perlu Membentuk Tim Pemantau
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Dalam upaya untuk mencapai prestasi maksimal bagi atlet yang akan berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 di Aceh – Sumatera Utara, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bengkulu berencana untuk membentuk tim pemantau independen. PON XXI, sebagai ajang olahraga multi-event, merupakan panggung prestasi yang sangat diharapkan, dan Bengkulu memiliki target ambisius untuk mencapai hasil terbaiknya. Dengan jumlah atlet atau cabang olahraga (cabor) yang lolos terbatas, pembentukan tim pemantau independen dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan fokus dan optimalisasi pembinaan prestasi.
Aswandi, Sekretaris Umum Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Bengkulu, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Binpres KONI Bengkulu dalam memetakan cabor prioritas yang akan tampil di PON. Menurutnya, pemetaan ini adalah langkah positif, namun untuk menjaga keberlanjutan dan meningkatkan profesionalitas, dibentuknya tim pemantau independen dianggap sebagai suatu keharusan. Tim ini diharapkan dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan yang mendalam dan berkelanjutan.
BACA JUGA: Jelang Akhir Tahun KONI Provinsi Bengkulu Gelar Rakerprov, Aang: Digelar 22 Desember 2023
“Saya secara pribadi sangat setuju sekali Bidang Pembinaan Prestasi atau Binpres KONI Bengkulu, akan memetakan cabor prioritas yang akan tampil di PON,” ungkap Aswandi, yang juga menjabat sebagai Kabid Olahraga Prestasi Dispora Provinsi Bengkulu pada hari rabu(21/12/23).
“teman-teman dari KONI bisa melibatkan akademisi dan praktisi olahraga Agar dalam pemetaan cabor prioritas—benar-benar profesional,” tambahnya.
Aswandi memberikan saran bahwa keberadaan tim pemantau independen yang melibatkan pihak eksternal seperti akademisi dan praktisi olahraga dapat meningkatkan obyektivitas dan profesionalitas dalam pemetaan cabor prioritas. Melibatkan para ahli dan praktisi di lapangan dapat memberikan perspektif yang beragam dan mendalam terkait potensi dan tantangan yang dihadapi oleh setiap cabor.
BACA JUGA: Rakerprov KONI Siap Digelar Desember: Momen Penting untuk Peningkatan Olahraga Daerah
Dalam pengamatan Aswandi terhadap pengalaman sebelumnya, cabang olahraga yang ditetapkan sebagai prioritas belum selalu mencapai prestasi sesuai harapan. Oleh karena itu, pemetaan yang dilakukan dengan melibatkan tim pemantau independen diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih akurat dan strategis mengenai potensi serta kebutuhan pengembangan setiap cabor.
“Pemetaan cabor prioritas itu patut disambut baik,” ungkap Aswandi dengan harapan agar langkah ini dapat menjadi fondasi kuat dalam mencapai prestasi optimal bagi atlet Bengkulu dalam PON XXI tahun 2024. Upaya bersama antara KONI dan tim pemantau independen diharapkan dapat membimbing dan membantu para atlet dalam mencapai prestasi terbaiknya.(**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: Mangcek











