Foto: Wakil Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata (Tengah) bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2023, dalam acara Rapat Koordinasi, pada hari rabu, (13/12/23).
Wakil Bupati Bengkulu Utara Pimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU UTARA – Wakil Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2023mpada hari rabu, (13/12/23). Sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, Arie Septia Adinata menghadirkan pertemuan ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan dan mendapatkan masukan guna mempercepat pelaksanaan program yang sudah dijalankan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Arie Septia Adinata menjelaskan bahwa Rakor TKPK merupakan wadah untuk memperkuat komitmen antar lembaga dan pemangku kepentingan terkait penanggulangan kemiskinan. Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi forum diskusi untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dan merumuskan strategi kebijakan yang efektif dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Foto: Rakor TKPK Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2023 di Comand Center Bengkulu Utara pada hari rabu, (13/12/23).
“Rakor TKPK merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan kinerja TKPK dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penanggulangan kemiskinan,” ungkap Wabup. Dia menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor dan lembaga dalam menangani masalah kemiskinan di wilayah tersebut.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menyampaikan harapannya agar perangkat daerah terkait mampu menciptakan program pemberdayaan yang terpadu dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat tidak mampu. Pemutakhiran data, keterpaduan dalam perencanaan dan penganggaran, konvergensi program dan kegiatan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta monitoring evaluasi dan koordinasi penyusunan program kegiatan adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan.
“Sebagai lanjutan dari Rakor hari ini, kami harap semua elemen yang terlibat di dalamnya dapat segera bergerak dan berupaya untuk menurunkan atau menghapus angka kemiskinan ekstrem di Bengkulu Utara,” tambah Arie. Komitmen tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Tidak hanya dihadiri oleh Wakil Bupati, kegiatan ini juga diikuti oleh Asisten I Setdakab BU, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala BPS Bengkulu Utara, dan Bappeda Provinsi Bengkulu. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan dan keterlibatan aktif semua pihak dalam upaya penanggulangan kemiskinan di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.
Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan ini diharapkan dapat menghasilkan strategi yang lebih baik untuk mengatasi permasalahan kemiskinan yang ada dan menjadikan Kabupaten Bengkulu Utara sebagai contoh keberhasilan dalam upaya penanggulangan kemiskinan di tingkat lokal. Dengan adanya koordinasi yang efektif, diharapkan program-program penanggulangan kemiskinan dapat berjalan lebih efisien dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. (**)
Modus Nama Fiktif Diduga Digunakan dalam Proyek Disdikbud Kalbar Kantor-Berita.Com|| Dugaan praktik korupsi dalam proyek nonfisik di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat mencuat ke publik. Modus…
Tambang Galian C di Hutan Kota Bukit Senja Singkawang Diduga Tanpa Izin Kantor-Berita.Com|| Aktivitas tambang galian C di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menuai sorotan publik. Sejumlah titik penambangan diduga berada…
BLT Tiga Bulan Disalurkan, Warga Pulau Panggung Terima Bantuan Kantor-Berita.Com|| Pemerintah Desa Pulau Panggung, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga penerima manfaat pada…
Tim Gabungan Amankan Tahanan Kabur di Pontianak Kantor-Berita.Com|| Upaya pelarian seorang tahanan dari proses hukum di Kejaksaan Negeri Pontianak akhirnya berakhir. Setelah sempat buron selama tiga hari, tersangka bernama Apriadi…