Gubernur Bengkulu: Pentingnya Peningkatan Kompetensi Guru di Era Kurikulum Merdeka Belajar
KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU – Dalam era kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang semakin pesat, peran guru atau tenaga pengajar tidak lagi terbatas pada memberikan pendidikan konvensional kepada murid. Profesi ini telah meluas, memerlukan guru untuk tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga melibatkan diri dalam peningkatan kompetensi, termasuk kemampuan membimbing, memilah informasi, dan meyakinkan para murid.
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam konteks kurikulum Merdeka Belajar dan Merdeka Mengajar. Pembukaan Diseminasi Hasil Program Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Bengkulu Tahun 2023 menjadi momentum untuk menyoroti peran guru dalam membangun kompetensi sesuai dengan tuntutan zaman.
BACA JUGA: Pemerintah Provinsi Bengkulu Susun Rencana Aksi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan
“Jadi dengan adanya kurikulum merdeka belajar dan merdeka mengajar guru sekarang memang dituntut adanya peningkatan kompetensi guru dan tenaga pengajar, Oleh karena itu dibutuhkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” jelas Gubernur Rohidin. (12/12/23).
Menurut Gubernur yang menjabat sebagai Gubernur Bengkulu ke-10, pelaksanaan Diseminasi Hasil Program Peningkatan Kompetensi Guru menjadi wadah untuk menghasilkan karya-karya dari setiap kabupaten/kota di Bengkulu. Fokus utamanya adalah terkait output yang dihasilkan, bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak didik.
BACA JUGA: Pj Sekda Awasi Seleksi PPPK Guru 2023: Komitmen untuk Pendidikan Berkualitas di Kota Bengkulu
” Kita harapkan Output-nya itu terukur dengan kemampuan dan karya anak muridnya dari apa yang dihasilkan, Sudah terlihat dari adanya pergelaran karya dari anak-anak di sini. Peningkatan kompetensi guru ini juga menjadi kunci dan kita pemerintah bertugas memberi dan menyempurnakan kebijakan kurikulum agar terlihat kemampuan individual masing-masing anak,” tambahnya.
Dalam konteks nasional, Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek, Temu Ismail, menyampaikan informasi terkait jumlah guru di Indonesia. Secara formal, terdapat sekitar 3 juta guru, ditambah 1 juta guru di bawah 33 Unit Pelaksanaan Teknis (UPT). UPT tersebut melayani peningkatan kompetensi berjenjang mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Harapan kita dengan adanya Balai Guru Penggerak (BGP) ini lebih memudahkan guru dalam meningkatkan kompetensinya, Ada 4 jenis peningkatan kompetensi guru yang kita punya, yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional,” ungkap Temu Ismail.
Peningkatan kompetensi guru mencakup empat aspek penting, yakni kompetensi pedagogis (keterampilan mengajar), kompetensi kepribadian (pengembangan diri), kompetensi sosial (interaksi sosial), dan kompetensi profesional (penguasaan ilmu dan teknologi). Dengan adanya Balai Guru Penggerak, diharapkan guru dapat dengan lebih efektif dan efisien meningkatkan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan zaman.
Gubernur Rohidin menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru bukan hanya tuntutan dari pihak pemerintah, tetapi juga sebagai upaya memastikan pendidikan berkualitas yang dapat menghasilkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. Peran guru dalam membentuk karakter dan kemandirian anak didik tidak dapat diabaikan, dan inovasi dalam metode pengajaran menjadi kunci keberhasilan dalam menjawab tuntutan zaman yang terus berkembang. (**)
Editor: (KB1) Share
Mangcek











