Kabut Asap dari Karhutla Terus Menyelimuti Kota Bengkulu, Masyarakat Diimbau Menggunakan Masker
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Kabut asap yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membuat khawatir Kota Bengkulu. Situasi ini memicu respons Dinas Kesehatan Kota Bengkulu yang mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker sebagai langkah preventif.
Kabut asap yang menggantung di langit Bengkulu telah bercampur dengan awan, menimbulkan risiko infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) bagi masyarakat setempat. Joni Haryadi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Bengkulu, mengungkapkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan menghindari asap dengan menggunakan masker saat berada di luar rumah.
“Kita mengimbau masyarakat menjaga kesehatan fisik dan menghindari asap serta menggunakan masker saat berada di luar rumah,” ucap Joni Haryadi.
BACA JUGA: Dinkes Kota Bengkulu Siap Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara 2023
Dalam situasi ini, Joni juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi air putih serta mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak buruk dari paparan kabut asap yang telah menyelamatkan kota.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Pulau Baai menyatakan bahwa kabut awan yang membuat Bengkulu telah bercampur dengan asap kiriman akibat terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Saat ini, kabut awan di Bengkulu terlihat tipis namun terdapat asap yang telah mencapai lapisan awan menengah, ditandai dengan warna sedikit kemerahan pada matahari.
BACA JUGA: Gencarkan Patroli, Satgas Karhutla Kota Bengkulu Siaga Untuk Menjaga Lingkungan
Penting untuk diketahui bahwa ISPA yang disebabkan oleh virus biasanya dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu tanpa perlu pengobatan intensif, kecuali ada indikasi penyakit yang lebih serius. Namun, bagi mereka yang terdampak kabut asap, beberapa langkah penanganan sederhana dapat membantu:
- Mengkonsumsi obat pereda demam dan nyeri pada tubuh
- Mengkonsumsi obat batuk
- Mengkonsumsi obat untuk mengurangi peradangan atau pembengkakan saluran pernapasan.
- Mendapatkan istirahat yang cukup dan memperbanyak minum air putih.
- Minum campuran lemon hangat atau madu untuk meredakan batuk.
- Tidurlah dengan posisi kepala lebih tinggi untuk memudahkan pernapasan.
Tetapi, terhindar dari ISPA adalah langkah terbaik. Beberapa cara untuk menghindari ISPA termasuk:
- Sering-sering untuk mencuci tangan dengan bersih terutama setelah beraktivitas ditempat umum.
- Menghindari merokok dan paparan asap rokok pasif.
- Menghindari menyentuh wajah, terutama bagian mulut dan hidung, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
- Meningkatkan asupan makanan yang kaya serat dan mengonsumsi vitamin untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
- Olahraga secara teratur minimal 150 menit per minggu untuk olahraga ringan
Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan masyarakat Kota Bengkulu dapat melindungi diri mereka dari dampak kabut asap dan menjaga kesehatan mereka di tengah situasi yang tidak menguntungkan ini. Dalam kondisi seperti ini, kesadaran dan tindakan pencegahan sangat diperlukan untuk mengurangi risiko ISPA dan masalah kesehatan lainnya yang dapat timbul akibat kabut asap. Pemerintah juga akan terus menjaga situasi dan memberikan panduan serta dukungan kepada masyarakat. Kabut asap bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius.(**)
Editor: (KB1) Share
Mangcek











