Jelang Nataru, Pemkab Bengkulu Utara Gelar Pangan Murah

Gerakan Pangan Murah Bengkulu Utara
Foto: Sekretaris Daerah Bengkulu Utara, H. Fitriyansyah, S.STP, MM, saat meninjau langsung Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Senin (22/12/25), (Ft/Ist).

Jelang Nataru, Pemkab Bengkulu Utara Gelar Pangan Murah

Kantor-Berita.Com|| Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Daerah Bengkulu Utara mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pemda Bengkulu Utara menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Senin (22/12/25).

Program ini menjadi bagian dari upaya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang rutin digencarkan pemerintah daerah setiap akhir tahun. Tujuannya jelas, yakni mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi akibat meningkatnya konsumsi masyarakat selama momentum libur panjang akhir tahun.

||BACA JUGA: Wagub Mian Tinjau Progres Jalan Bengkulu Utara

Desember dikenal sebagai periode dengan permintaan pangan yang tinggi. Kebutuhan masyarakat meningkat seiring tradisi perayaan keagamaan dan libur panjang, yang kerap diikuti oleh kenaikan harga bahan pokok. Kondisi ini berpotensi memicu inflasi musiman jika tidak diantisipasi sejak dini.

Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah berupaya memotong rantai distribusi dengan menghadirkan bahan pangan langsung dari produsen dan distributor kepada masyarakat. Dengan skema ini, harga komoditas dapat ditekan agar tetap terjangkau oleh masyarakat luas.

||BACA JUGA: Gedung SMPN 28 Bengkulu Utara Usai Direvitalisasi, Kepsek: Ucapkan Terima Kasih

Dalam pelaksanaan GPM, masyarakat Bengkulu Utara dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Sejumlah komoditas utama disediakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga menjelang Nataru.

Beberapa komoditas yang dijual dalam kegiatan ini antara lain beras SPHP seharga Rp 58.000 per kemasan 5 kilogram, gula pasir kemasan “Gula Kita” seharga Rp 16.500 per kilogram, serta telur ayam ras yang dijual Rp 59.000 per karpet. Selain itu, tersedia pula bawang putih dengan harga Rp 32.000 per kilogram, bawang merah Rp 40.000 per kilogram, dan cabai merah Rp 50.000 per kilogram.

Harga tersebut dinilai lebih murah dibandingkan harga pasar harian di sejumlah wilayah Bengkulu Utara. Tidak heran, sejak pagi hari warga mulai memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

||BACA JUGA: Komisi Informasi Visitasi PPID Bengkulu Utara

Sekretaris Daerah Bengkulu Utara, H. Fitriyansyah, S.STP, MM, menegaskan bahwa kenaikan permintaan bahan pangan pada akhir tahun merupakan pola yang hampir selalu terjadi. Tanpa intervensi pemerintah, kondisi ini berisiko mendorong inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat.

“Setiap akhir tahun, permintaan pangan meningkat. Kalau tidak kita kendalikan, harga bisa melonjak dan memberatkan masyarakat. GPM ini menjadi solusi konkret agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dengan harga yang wajar,” ujar Fitriyansyah di sela kegiatan.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk hadir langsung di tengah masyarakat, terutama pada momentum-momentum krusial seperti perayaan Natal dan Tahun Baru. Menurutnya, stabilitas harga pangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketenangan dan kenyamanan masyarakat selama libur akhir tahun.

||BACA JUGA: Bengkulu Utara Gelar Mutasi Pejabat Eselon III & IV, Bupati: Pejabat Baru Diminta Langsung Kerja

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa merayakan Natal dan Tahun Baru tanpa dibayangi kekhawatiran soal harga pangan. Pemerintah hadir untuk menjaga stabilitas dan melindungi daya beli rakyat,” katanya.

Selain memastikan harga tetap terkendali, Pemda Bengkulu Utara juga menjamin ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman. Gudang-gudang Bulog di wilayah Bengkulu Utara dipastikan berada dalam posisi top-up untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Januari 2026.

Pemerintah daerah bekerja sama dengan Bulog untuk menjaga pasokan beras dan komoditas strategis lainnya agar tidak terjadi kelangkaan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya pencegahan terhadap spekulan yang mencoba memanfaatkan situasi dengan menimbun barang demi meraup keuntungan.

||BACA JUGA: Bupati Bengkulu Utara Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat ke Kemensos RI

“Stok aman, dan kami terus berkoordinasi dengan Bulog. Petugas di lapangan juga melakukan pengawasan ketat untuk mencegah praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat,” ujar Fitriyansyah. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Rio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *