Respon Peringatan dini BMKG, BPBD Kota Bengkulu Himbau Warga Antisipasi Cuaca ekstrem
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Curah hujan yang intens beberapa hari terakhir menyebabkan banjir sementara di beberapa area sekitar Pantai Panjang, Kota Bengkulu. Meski banjir ini tidak berlangsung lama dan genangan air cepat surut, namun hal ini tetap menjadi perhatian serius bagi BPBD Kota Bengkulu, Hujan deras disertai pasang air laut memicu genangan di beberapa titik, terutama karena saluran air yang tersumbat akibat tumpukan pasir yang terbawa dari laut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, Will Hopi, menyampaikan bahwa setelah hujan mereda, tim BPBD segera turun ke lapangan untuk memeriksa dan menilai dampak yang ditimbulkan banjir tersebut. Berdasarkan hasil survei, ditemukan bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah tumpukan pasir yang menghambat aliran air di saluran drainase. Pasir tersebut terbawa oleh pasang air laut yang kemudian mengendap dan menyumbat aliran air.
“Kami melihat penyumbatan di beberapa saluran drainase disebabkan oleh pasir yang terbawa dari laut saat air pasang, Ini yang kemudian menghambat aliran air dan menyebabkan banjir lokal di sejumlah titik,” jelas Will Hopi dalam wawancaranya.
Terkait hal ini, BPBD Kota Bengkulu menghadapi tantangan besar dalam upaya membersihkan tumpukan pasir tersebut. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya alat berat yang dibutuhkan untuk melakukan pembersihan secara efektif. Dalam kondisi ini, BPBD meminta bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bengkulu untuk menyediakan alat berat yang dibutuhkan guna mempercepat proses pembersihan saluran air.
BACA JUGA: Banjir di Kota Bengkulu 243 KK Terdampak, BPBD Siaga Hadapi Potensi Banjir Susulan
“Kami mengalami keterbatasan dalam hal peralatan, terutama alat berat yang diperlukan untuk membersihkan pasir-pasir ini, Oleh karena itu, kami meminta bantuan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera mengatasi masalah ini,” tambah Will Hopi.
Sementara itu, untuk memastikan penanganan bencana berjalan lancar, BPBD telah menyiagakan personel di beberapa titik rawan banjir. Tim siaga ini disiapkan untuk berjaga selama 24 jam, sehingga mereka bisa segera merespons jika ada laporan banjir atau kondisi darurat lainnya. Selain itu, langkah antisipatif lainnya adalah dengan terus melakukan pemantauan di lapangan serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan saluran air dan tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.
BACA JUGA: BPBD Kota Bengkulu Ajukan Penambahan Peralatan untuk Penanganan Bencana
“Masyarakat harus tetap waspada, meskipun hujan mungkin sudah reda, namun potensi banjir tetap ada, Kami meminta agar masyarakat segera melaporkan jika melihat adanya genangan yang tidak wajar atau saluran air yang tersumbat, sehingga bisa segera kami tangani,” jelas Will Hopi.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Bengkulu dan sekitarnya. Berdasarkan analisis cuaca, diperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari mendatang, khususnya di kawasan pesisir seperti Kota Bengkulu. Peringatan ini juga menyoroti potensi terjadinya banjir susulan atau bahkan tanah longsor di wilayah yang lebih tinggi.
BMKG meminta masyarakat di wilayah pesisir agar waspada terhadap peningkatan intensitas hujan dan kemungkinan pasang air laut yang bisa memperparah situasi. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya memantau informasi cuaca secara berkala melalui media resmi agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.











