Program Pencegahan Stunting, Dewi Dharma: Posyandu sebagai Garda Terdepan
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Istilah “Stunting” kini telah menjadi familiar di kalangan masyarakat, terutama di kalangan ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Stunting mengindikasikan kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Dampaknya tidak hanya terbatas pada tubuh yang pendek, tetapi juga mencakup berbagai masalah kesehatan dan perkembangan anak yang dapat memengaruhi kehidupannya di masa depan.
Faktor utama yang menyebabkan stunting pada anak balita adalah status gizi buruk pada ibu hamil dan bayi. Beberapa penyebabnya meliputi pengetahuan ibu yang kurang memadai mengenai gizi, infeksi yang terjadi berulang kali, dan faktor lainnya. Dalam konteks ini, langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan stunting menjadi krusial untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.
BACA JUGA: DP3AP2KB Kota Bengkulu Salurkan BKB Kit Stunting: Upaya Peningkatan Deteksi Dini Stunting
Stunting pada anak memiliki dampak serius, termasuk rendahnya tingkat kecerdasan, sistem imun tubuh yang lemah, dan peningkatan risiko terkena berbagai penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker. Oleh karena itu, penting untuk mencari solusi yang efektif dalam menanggulangi masalah stunting ini.
Salah satu solusi yang telah terbukti efektif adalah melalui Program Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Meskipun awalnya posyandu identik dengan layanan kesehatan untuk bayi dan balita, program-program di posyandu juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan pasangan usia subur. Posyandu dianggap sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting dan telah berhasil mengurangi kasus stunting di berbagai wilayah.
Pemerintah Kota Bengkulu, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), terus meningkatkan peran posyandu dalam upaya mencegah peningkatan kasus stunting. Dewi Dharma, Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Bengkulu, menekankan bahwa posyandu merupakan salah satu ujung tombak dalam menghadapi tantangan stunting.
“Kita terus mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti alat timbangan, makanan tambahan untuk balita dan alat lainnya,” kata Dewi Dharma Pada rabu, (31/1/24).
Selain menyediakan fasilitas dan peralatan, DP3AP2KB juga aktif memberikan penyuluhan secara berkala kepada para kader posyandu. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama ibu hamil dan ibu balita, mengenai pentingnya gizi sejak dini dan cara pencegahan stunting.
“Dalam waktu yang lalu, kita telah mendistribusikan 30 paket bantuan alat penyuluhan Bina Keluarga Balita (BKB) Kit Stunting untuk posyandu di sembilan kecamatan,” ungkap Dewi.
Paket BKB Kit Stunting tersebut mencakup berbagai materi penyuluhan, alat pantau tumbuh kembang anak, dan alat permainan edukatif. Dengan memberikan penyuluhan dan peralatan ini, diharapkan para ibu dapat lebih memahami tanda-tanda awal gangguan pertumbuhan anak dan menerapkan asuhan gizi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan anak.
BACA JUGA: Pemkot Targetkan 2024 Stunting Turun Di Angka 9 Persen
Melalui kolaborasi antar sektor, Pemerintah Kota Bengkulu berfokus pada target menurunkan angka stunting hingga mencapai nol kasus pada tahun 2024. Limabelas program prioritas telah disiapkan, termasuk pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan penguatan kerjasama lintas sektor melalui pendekatan pentahelix.
“Dengan program-program ini, kami berharap dapat menekan angka stunting di Kota Bengkulu dan mencapai target nol kasus pada tahun 2024,” tambah Dewi.
Upaya DP3AP2KB Kota Bengkulu mencakup evaluasi dan monitoring secara berkala untuk memastikan efektivitas program-program tersebut. Peningkatan kolaborasi dan komitmen dari semua pihak diharapkan dapat menciptakan perubahan positif dalam menanggulangi stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di Kota Bengkulu. Dengan pendekatan yang holistik dan terpadu, diharapkan target zero stunting dapat menjadi kenyataan dalam waktu yang relatif singkat. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











