Musrenbangcam Kecamatan Pondok Kelapa: Penyelarasan Aspirasi Masyarakat untuk Pembangunan Lebih Baik

Musrenbangcam Pondok Kelapa
Foto: Sekretaris Daerah Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto saat membuka acara Musrenbangcam Pondok Kelapa, pada Rabu (24/1/24).

Musrenbangcam Kecamatan Pondok Kelapa: Penyelarasan Aspirasi Masyarakat untuk Pembangunan Lebih Baik

KANTOR-BERITA.COM, BENGKULU TENGAH – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah kembali menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah kecamatan (Musrenbangcam) tingkat Kecamatan, dan kali ini giliran Kecamatan Pondok Kelapa yang menjadi tuan rumah pada Rabu (24/1/2024). Sekretaris Daerah Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., secara resmi membuka kegiatan tersebut di Kantor Kecamatan Pondok Kelapa. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Staff Ahli Kemasyarakatan dan SDM, perwakilan DPRD, Forkopimda, Kepala Bappeda Dra. Hj. N. Yuhanah., M.M, para kepala OPD, Camat, Kepala Desa, Lurah di Kecamatan Taba Penanjung, dan unsur terkait lainnya.

Musrenbangcam di Kecamatan Pondok Kelapa merupakan yang kelima kalinya dilaksanakan dalam rangka menyusun rencana pembangunan daerah yang lebih baik. Rachmat Riyanto, selaku Sekretaris Daerah, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah untuk menampung berbagai usulan dan aspirasi masyarakat dari 17 Desa di Kecamatan Pondok Kelapa. Beliau menekankan bahwa tidak boleh ada usulan yang terlewatkan, mengingat layanan usulan saat ini menggunakan Sistem Informasi Pemerintah Daerah Republik Indonesia (SIPD RI).

Musrenbang Pondok Kelapa
Foto: Acara Musrenbang di Kecamatan Pondok Kelapa, di hadiri oleh Seluruh Kepala desa se-kecamatan Pondok Kelapa, dalam menyampaikan Aspirasi warga, acara berlangsung di kantor Camat Pondok Kelapa pada hari Rabu, (24/1/24).

“Dalam Musrenbang kali ini ada banyak usulan yang dibutuhkan oleh masyarakat dari 17 Desa di Kecamatan Pondok Kelapa, Oleh karena itu kita harus memastikan bahwa tidak ada satu pun usulan yang terlewatkan dalam forum ini, Saat ini layanan usulan sudah menggunakan SIPD RI, sebuah aplikasi sistem informasi yang memudahkan proses administratif, Jika ada usulan yang tidak terdaftar di sistem tersebut, maka akan sulit untuk memprosesnya,” ujarnya dengan tegas.

Rachmat Riyanto juga menambahkan bahwa Musrenbang dilakukan di 11 Kecamatan, dan hal ini dilakukan untuk menyerap seluruh usulan dan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Kepala Desa. Tema Musrenbang kali ini difokuskan pada Pengembangan Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Infrastruktur Dasar.

BACA JUGA: Musrenbangcam Merigi Kelindang, Sekda Rachmat Riyanto: Bengkulu Tengah Harus Memiliki Branding

“Dalam Musrenbang kali ini di Pondok Kelapa terdapat sekitar 100 lebih usulan, Nantinya kita akan menyesuaikan usulan tersebut dengan tema yang telah ditentukan, dan melakukan seleksi untuk menentukan prioritas, Usulan yang telah terpilih kemudian akan diserahkan kepada OPD terkait untuk melaksanakan program-program yang telah direncanakan,” tambahnya.

Rachmat Riyanto menyatakan kepuasannya terhadap penyelenggaraan Musrenbang di Kecamatan Pondok Kelapa hari ini. Ia menilai bahwa semua stakeholder, termasuk tokoh masyarakat, hadir dalam acara ini, menjadikan Musrenbang di Pondok Kelapa sebagai yang paling lengkap di antara Kecamatan lainnya.

BACA JUGA: Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan: Sekda Fitriyansyah Pimpin Musrenbangcam RKPD 2025 di Arma Jaya

Musrenbang di Pondok Kelapa tahun ini lebih banyak didominasi oleh usulan perbaikan jalan lintas, pengadaan jalan desa, tiang lampu jalan, drainase dan irigasi, pengadaan tembok penahan longsor di kawasan rawan longsor, rehabilitasi dan perawatan bangunan/infrastruktur yang rusak, serta usulan untuk memfasilitasi desa wisata. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kecamatan Pondok Kelapa sangat peduli terhadap pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata, dan keberlanjutan ekonomi kreatif di daerah mereka.

Melalui Musrenbang, diharapkan rencana pembangunan daerah yang dihasilkan akan mencerminkan kebutuhan riil masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Proses partisipatif ini menjadi landasan yang kuat dalam menyusun kebijakan pembangunan yang akuntabel, transparan, dan berdaya guna bagi masyarakat. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Erwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *