Langkah Kreatif Kepala Dinas Sosial: Pengamen dan Pengemis Berbakat Diberi Kesempatan di Acara Open House
KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Dalam semangat merayakan Natal, Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Sahat Situmorang, mengadakan acara Open House atau silaturahmi di kediamannya pada Senin (25/12/23). Namun, yang membuat acara ini berbeda adalah kehadiran pengamen dan pengemis yang pernah ditangkap oleh Sahat, namun kali ini diberi kesempatan untuk tampil dan menghibur.
Sahat memilih menghadirkan pengamen bernama Juan, yang memiliki keahlian bermain musik dan suara yang bagus, untuk tampil di acara Open House-nya. Juan, yang sebelumnya mengamen di lampu merah, kini memiliki kesempatan untuk menunjukkan bakatnya di rumah Sahat.
BACA JUGA: Perayaan Natal Aman: Pj. Bupati Bengkulu Tengah Awasi Pospam dan Gereja
Penampilan Juan sukses menghibur semua tamu yang hadir. Pengamen ini mampu memainkan berbagai jenis lagu, mulai dari lagu pop, lagu Batak, hingga lagu Minang. Tamu yang berkunjung pun ikut meramaikan acara dengan request lagu-lagu favorit mereka.
Selain Juan, Sahat juga menghadirkan seorang badut yang dulunya merupakan seorang pengemis di simpang lampu merah. Badut ini khusus diundang untuk menghibur anak-anak yang hadir dalam acara tersebut. Semua ini merupakan langkah kreatif dan inovatif untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang mungkin sebelumnya terpinggirkan.
BACA JUGA: Bengkulu Siap Amankan Natal dan Tahun Baru: Apel Gelar Pasukan Ops Lilin Nala 2023
Menariknya, Sahat juga memanfaatkan acara Open House ini untuk memberikan kesempatan kepada penjual es dawet ayu, yang anaknya juga pernah menjadi pengemis. Penjual es ini dapat mempromosikan produknya dan memberikan es dawet ayu secara gratis kepada tamu yang hadir.
“Saya sebagai kepala dinas sosial memiliki tanggung jawab untuk menyosialisasikan bahwa anak jalanan, gelandangan, dan pengemis seharusnya tidak ada di Kota Bengkulu, Namun, kita juga memberikan solusi,” ujar Sahat. Ia menekankan bahwa pengemis yang memiliki bakat tertentu, seperti bernyanyi dan bermain musik, bisa diberi kesempatan untuk mengekspresikan diri dan mencari nafkah di tempat lain.
BACA JUGA: Bukit Jipang: Surga Camping Malam Tahun Baru di Tengah Keindahan Alam Bengkulu
Lebih lanjut, Sahat menyatakan bahwa badut yang sebelumnya merupakan pengemis tidak diizinkan untuk mengemis di jalanan, tetapi bila diundang untuk mengisi acara-acara resmi, seperti yang dilakukannya pada Open House, hal itu diperbolehkan.
Sahat memberikan apresiasi kepada mereka yang telah meninggalkan kebiasaan mengemis dan mencari pekerjaan lain yang lebih positif. Dengan memberikan solusi, nasihat, dan dukungan, mereka bisa membuktikan bahwa memiliki bakat tertentu dapat membuka peluang pekerjaan yang lebih baik.
BACA JUGA: Gubernur Bengkulu Apresiasi Kreativitas Narapidana Perempuan di Lapas Kelas IIB
“Seperti Juan ini, sejak dia tidak lagi mengamen di lampu merah, sekarang dia banyak mendapatkan pekerjaan mengisi acara di restoran, kafe, angkringan, dan hotel, termasuk hari ini di rumah saya. Saya berharap warga kota juga dapat menyewa mereka untuk kegiatan atau acara penting sehingga mereka tidak lagi tergoda untuk mengemis atau mengamen di jalan,” ungkap Sahat.
Acara Open House Sahat menjadi sebuah contoh nyata bagaimana pendekatan sosial dan kesempatan yang diberikan dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap para mantan pengemis dan pengamen, memberikan mereka peluang baru, dan memperkuat semangat kebersamaan dalam merayakan momen yang penuh kebaikan. (**)
Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ











