Penyerapan Anggaran 2024 Rejang Lebong Minim, Sekda pesankan ini

Penyerapan Anggaran
Foto: Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong Yusran Fauzi setelah memimpin Rapat dengan OPD tentang Minimnya Penyerapan Anggaran 2024, Pada hari jumat, (22/3/24).

Penyerapan Anggaran 2024 Rejang Lebong Minim, Sekda pesankan ini

KANTOR-BERITA.COM, REJANG LEBONG – Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu, Yusran Fauzi, menyampaikan bahwa penyerapan anggaran tahun 2024 oleh dinas dan instansi di wilayah tersebut baru mencapai 6,94 persen dari total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp1,1 triliun.

“Penyerapan anggaran kami masih di bawah 10 persen dan karena itu, kami telah mengadakan rapat evaluasi hari ini, Per tanggal 19 Maret 2024, realisasi penyerapan anggaran baru mencapai Rp78.068.057.748 atau 6,94 persen dari total anggaran Rp1.124.513.543.621,” ungkap Yusran Fauzi, setelah memimpin rapat evaluasi anggaran di kantor Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong pada hari Jumat.

BACA JUGA: Pemprov Bengkulu Sosialisasikan Peraturan Gubernur tentang ASB untuk Efisiensi Anggaran

Yusran Fauzi menjelaskan, hasil rapat evaluasi penyerapan anggaran untuk triwulan pertama menunjukkan bahwa terdapat beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengalami kendala dalam Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) karena belum memenuhi persyaratan yang ditentukan, yang seharusnya sudah dipenuhi pada Januari 2024 namun baru terpenuhi pada 29 Februari, sehingga proses baru dapat dimulai.

”Beberapa tahapan administrasi seperti PA, DPA, PPTK, SK dan lain-lain sudah dipenuhi, Selanjutnya, mereka harus mempublikasikan rencana umum pengadaan atau RUP,” tambahnya.

BACA JUGA: Mengoptimalkan Penggunaan Anggaran: Ketua DPRD dan Wakil Bupati Seluma Terima LHP BPK

Dari 73 OPD yang ada di Rejang Lebong, 40 OPD sudah mempublikasikan RUP mereka, sedangkan 33 OPD lainnya belum, yang berarti baru 54,7 persen dari OPD yang sudah memenuhi tahapan tersebut.

Oleh karena itu, Yusran Fauzi mengingatkan OPD yang belum menyelesaikan RUP untuk segera menuntaskannya, dengan harapan pada awal triwulan kedua atau bulan Juli, penyerapan anggaran dapat mencapai 30 persen.

BACA JUGA: Rapat TEPRA: Optimalisasi Anggaran dan Persiapan Tahun 2024 di Bengkulu Utara

Sementara itu, Kabag Pembangunan Pemkab Rejang Lebong, Noviansyah, menyatakan bahwa berdasarkan laporan Tim Evaluasi Pengawasan Realisasi Anggaran (Tepra), dari 65 OPD, terdapat 39 OPD yang melapor tepat waktu, 20 OPD terlambat melapor, dan enam OPD tidak melapor sama sekali.

Adapun pelaporan realisasi fisik dan keuangan baru dilakukan oleh 41 OPD, sedangkan 12 OPD lainnya belum melapor.

BACA JUGA: Pemerintah Indonesia Maksimalkan Anggaran Pembangunan Desa Tahun 2024

Menurut Noviansyah, rendahnya realisasi penyerapan anggaran di daerah tersebut dipengaruhi oleh kendala teknis aplikasi yang berkaitan dengan kewajiban migrasi sistem penatausahaan keuangan daerah dari SIMDA ke SIPD secara nasional.

Dengan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala ini, diharapkan penyerapan anggaran dapat meningkat di masa mendatang, mendukung keberlangsungan program dan proyek yang direncanakan untuk kemajuan Kabupaten Rejang Lebong. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Erwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *