Pemutihan PBB 2024: Strategi Bapenda Bengkulu Optimalkan PAD

Pemutihan PBB Bengkulu 2024
Foto: Pemutihan PBB 2024: Strategi Bapenda Bengkulu Optimalkan PAD

Pemutihan PBB 2024: Strategi Bapenda Bengkulu Optimalkan PAD

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU|| Pemerintah Kota Bengkulu melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan berbagai inisiatif strategis. Salah satu langkah terbarunya adalah program pemutihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang menjadi angin segar bagi masyarakat Kota Bengkulu, terutama mereka yang memiliki tunggakan PBB sejak beberapa tahun lalu.

Kepala Bapenda Bengkulu, Nurlia Dewi, yang akrab disapa Lia, mengungkapkan bahwa program pemutihan PBB ini berlaku khusus untuk tunggakan yang terjadi sebelum tahun 2018.

BACA JUGA: Langkah Bapenda Kota Bengkulu untuk Mengendalikan Setoran Retribusi Parkir: Tim Khusus Dibentuk

“Pemutihan ini hanya berlaku untuk tunggakan PBB tahun 2018 ke bawah. Sementara tunggakan dari tahun 2018 ke atas tetap harus diselesaikan,” jelas Lia pada Jumat, 14 Juni 2024.

Program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang selama ini kesulitan melunasi tunggakan PBB mereka.

Untuk memanfaatkan program pemutihan ini, masyarakat hanya perlu datang langsung ke kantor Bapenda di Bentiring dengan membawa KTP dan dokumen terkait PBB.

BACA JUGA: Pembayaran PBB Kian Mudah, Kepala Bapenda Sebut bisa bayar di Kantor Camat

“Jika dokumen PBB tidak tersedia, masyarakat bisa mencetaknya langsung di loket Bapenda,” tambah Lia.

Dengan prosedur yang sederhana ini, diharapkan banyak warga yang memanfaatkan kesempatan untuk segera melunasi tunggakan PBB mereka.

Lia juga berharap bahwa program pemutihan ini akan mengubah pola pikir masyarakat terhadap pembayaran pajak.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi menunda-nunda pembayaran PBB setelah program ini, karena denda keterlambatan sebesar 3% akan dikenakan jika pembayaran ditunda,” tegas Lia.

BACA JUGA: Bapenda Kota Bengkulu Tetapkan Target Pendapatan Retribusi Parkir Rp12 Miliar di Tahun 2024

Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih disiplin dalam memenuhi kewajiban pajak mereka di masa depan.

Pajak merupakan sumber penghasilan penting bagi negara dan daerah. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) misalnya, digunakan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti pembangunan jalan, jembatan, sekolah, dan rumah sakit. Oleh karena itu, rutin membayar pajak bukan hanya kewajiban tetapi juga kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di tahun 2024, Bapenda Bengkulu menetapkan target ambisius untuk pendapatan PBB dan berkomitmen untuk mencapainya melalui berbagai terobosan dan inovasi. Lia mengungkapkan bahwa berbagai upaya terus dilakukan untuk memastikan pencapaian target tersebut.

BACA JUGA: Mengoptimalkan Pajak Daerah: Bapenda Kota Bengkulu Pasang Tapping Box di Tempat Usaha

“Kami akan terus meluncurkan terobosan baru dan berbagai upaya untuk memastikan pajak PBB mencapai target yang telah ditetapkan,” kata Lia.

Bapenda telah merencanakan beberapa strategi untuk mendorong pembayaran pajak yang lebih efektif dan efisien. Salah satunya adalah dengan memperbaiki sistem informasi dan layanan pajak, sehingga memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak mereka. Selain itu, kampanye dan sosialisasi mengenai pentingnya membayar pajak juga terus digalakkan, agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya kontribusi mereka melalui pembayaran pajak.

Untuk mempermudah masyarakat, Bapenda juga berencana untuk mengembangkan layanan online yang memungkinkan pembayaran PBB dilakukan secara daring. Dengan adanya layanan ini, masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor Bapenda untuk melakukan pembayaran, sehingga menghemat waktu dan tenaga. Langkah ini sejalan dengan upaya digitalisasi pelayanan publik yang terus digalakkan oleh Pemerintah Kota Bengkulu. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *