Masalah Sampah Kota Bengkulu, Pemkot cari Teknologi Pengelolaan

Sampah Kota Bengkulu
Foto: Sampah Ilustrasi.

Masalah Sampah Kota Bengkulu, Pemkot cari Teknologi Pengelolaan

KANTOR-BERITA.COM, KOTA BENGKULU – Masalah sampah di Kota Bengkulu masih menjadi fokus utama Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Volume sampah terus meningkat di kota tersebut, memerlukan penanganan yang efektif untuk mengurangi dampaknya. Namun, sistem pengelolaan sampah di Kota Bengkulu masih terbilang sederhana.

Rusman, Kepala Bidang Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, menjelaskan bahwa pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Sebakul masih menggunakan teknologi yang sederhana. Di tempat lain, sampah dapat diolah kembali menjadi pupuk kompos yang berguna untuk perawatan taman kota.

BACA JUGA: DLHK Kota Bengkulu Sebut Peningkatan Volume Sampah Selama Ramadan dan Idul Fitri 2024

“Teknologi dapat membantu mengurangi volume sampah di TPA Air Sebakul Bengkulu dengan cara menggiling dan menyaring sampah untuk dijadikan pupuk kompos,” jelas Rusman Pada kamis, (4/4/24).

Untuk mengatasi masalah ini, DLH terus mendorong warga untuk memilah sampah mulai dari rumah tangga, menggunakan kembali bahan-bahan yang dapat didaur ulang, dan melakukan pengomposan terhadap sampah organik.

BACA JUGA: DLH Mukomuko Siapkan Pembangunan TPA Sampah diKecamatan Ipuh

Upaya lain yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bengkulu dalam pengelolaan sampah adalah melalui kerjasama dengan Investor dari perusahaan Swiss Green Projects pada tahun 2023. Mereka berencana untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) dan gas dengan investasi sebesar Rp600 miliar.

Riduan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, menjelaskan bahwa proyek tersebut direncanakan akan direalisasikan pada tahun ini, tetapi masih menunggu persiapan lahan. Dana untuk pembebasan lahan telah diajukan ke DPRD untuk tahun 2024, dan pengkajian biaya pembebasan lahan sedang dilakukan.

BACA JUGA: Pemkot Bengkulu Gandeng Swiss Green Projects untuk Mengubah Sampah Menjadi Energi

“Fokus tahun ini adalah melakukan kajian anggaran sebelum memulai proyek, Investasi dijadwalkan akan direalisasikan pada tahun 2024 setelah lokasi pembebasan lahan ditentukan,” ungkap Riduan.

Investasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah pengelolaan sampah di Kota Bengkulu dan memberikan inspirasi bagi daerah lain untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan energi.

BACA JUGA: Upaya Nyata Pemkot Bengkulu: Arif Gunadi Serahkan Bantuan dan Sarana Pengangkut Sampah

Riduan juga menekankan bahwa sampah-sampah yang memiliki nilai ekonomis tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, Sedangkan sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis akan diolah menjadi minyak, gas dan energi listrik yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Frederic Haase, Investor dari Swiss Green Projects, menambahkan bahwa teknologi Swiss dapat membantu mengubah sampah menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, sambil memberikan kesempatan kerja yang layak.

“Teknologi Swiss dapat mengubah sampah menjadi minyak, gas dan listrik yang bermanfaat, Tujuannya adalah bisa memberikan pekerjaan yang layak bagi warga sekitar, terutama untuk menghindarkan anak-anak dari bekerja di tempat pembuangan sampah,” Tutup Frederic. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *