Hadapi Kerawanan Pangan di Kabupaten Mukomuko, Pemkab Antisipasi

Kerawanan Pangan
Foto: Sekda Kabupaten Mukomuko Abdiyanto (dua dari kiri) bersama Staf saat meninjau untuk pembangunan Jembatan Desa Selandak Mukomuko. (Dok).

Hadapi Kerawanan Pangan di Kabupaten Mukomuko, Pemkab Antisipasi

KANTOR-BERITA.COM, MUKOMUKO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Mukomuko telah mendeteksi adanya kerawanan pangan di beberapa desanya. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, terdapat dua desa yang dikategorikan sebagai daerah rawan pangan dan delapan desa lainnya dinyatakan memiliki kerentanan pangan yang sedang.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxandi Ultria Dharma, menyampaikan bahwa Desa Lubuk Selandak di Kecamatan Teramang Jaya dan Desa Banjar Sari di Kecamatan Sungai Rumbai tergolong dalam kategori desa kerawanan pangan.

BACA JUGA: Pemkab Bengkulu Utara Salurkan Bantuan Pangan dan Bedah Rumah Dalam Mengatasi Kerawanan Pangan

Sedangkan, delapan desa yang dinyatakan memiliki tingkat kerentanan pangan sedang adalah Desa Pondok Panjang dan Talang Sepakat di Kecamatan V Koto, Desa Sido Mulyo, Sendang Mulyo, dan Bukit Makmur di Kecamatan Penarik, Desa Air Berau di Kecamatan Pondok Suguh, Desa Padang Gading di Sungai Rumbai, dan Desa Air Merah di Kecamatan Malin Deman.

Elxandi menjelaskan, penetapan kategori ketahanan dan kerentanan pangan didasarkan pada faktor aksesibilitas transportasi dan ketersediaan lahan untuk produksi pangan. Desa-desa yang tergolong rawan pangan seperti Lubuk Selandak dan Banjar Sari, dihadapkan pada masalah akses transportasi yang belum memadai dan ketersediaan lahan pangan yang terbatas.

BACA JUGA: Bantuan Pangan ke Masyarakat: Pemkot Bengkulu Gelar Program Penyaluran CPP

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, desa-desa yang rawan pangan akan dijadikan prioritas dalam peningkatan pembangunan infrastruktur, melibatkan kerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Langkah ini diambil untuk mengatasi tantangan yang dihadapi akibat kurangnya akses jalan dan lahan pertanian,” ujar Elxandi.

BACA JUGA: Pengukuhan Agen Kewaspadaan Dini: Strategi Pemkab Bengkulu Tengah dalam Meningkatkan Respons Terhadap Kerawanan

Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, membahas rencana pembangunan infrastruktur jembatan di Desa Selandak yang selama ini mengalami isolasi. Pembangunan jembatan ini diajukan melalui dana Instruksi Presiden ke Pemerintah Pusat, saat ini menanti penetapan anggaran dari Kementerian.

Apriansyah berharap pembangunan infrastruktur di tahun ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Mukomuko, khususnya dalam hal meningkatkan konektivitas antarwilayah dan aksesibilitas. Tahun lalu, Mukomuko berhasil menjadi penerima dana Inpres terbesar yang dimanfaatkan untuk membangun jalan penghubung antar desa terpencil.

BACA JUGA: Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Luncurkan Gerakan Pangan Murah di Desa Tanggo Raso

“Kami akan berupaya memperoleh dana dari pemerintah pusat untuk rencana relokasi rumah warga di sepanjang sungai, sebagai upaya penanganan pasca bencana di daerah kami,” tutup Apriansyah. (**)

Editor: (KB1) Share
Pewarta: Budi Utoyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *